Saya sudah berteman lama di FB dengan Kang Faqih Abdul Kodir, tetapi baru bertemu dengan orangnya malah di Belanda. Kemarin beruntung saya menghadiri presentasinya tentang “mubadalah” di KITLV.

Simbah Kakung Ahmad Mustofa Bisri, saya sampai brebes mili (terharu) membacanya. Ingin sekali saya memiliki hati yang luas seperti panjenengan. Dulu, ketika pertama kali saya mendapat undangan

Tubuhnya kecil, berkulit kuning langsat. Tatapan matanya tajam. Berpenampilan sederhana. Suaranya lembut dan timbrenya tipis. Terkesan hemat bicara. Intonasinya datar. Pembawaan dirinya tak mengecoh orang untuk segera