Kyai Masharun Ghozalie, Sebagian Besar Hidupnya Didedikasikan untuk NU

Pemberangkatan jenazah dari rumah duka. Inzet: Alm. KH Drs Masharun Ghozalie MM. (Foto: Lutfi)

Bangkitmedia.com, YOGYA – Wafatnya KH Drs. Masharun Ghozalie, MM, Sabtu (28/02/2026) pukul 18.45 WIB, membuat duka banyak orang, baik dari kalangan Nahdliyin, pengusaha, pejabat, maupun masyarakat umum, khususnya yang pernah mendapat siraman rohani atau bimbingan haji darinya. Mereka semua kehilangan sosok yang selama ini sudah akrab dengan berbagai kalangan.

“Lebih dari separuh hidupnya didedikasikan untuk Nahdlatul ‘Ulama,” kata Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, pada upaya pelepasan jenazah di Masjid Al-Muhtadin Plumbon Banguntapan Bantul, Ahad (01/03/2026).

Selama ini kiprah almarhum di organisasi NU tidak diragukan. Antara lain pernah menjabat sebagai Sekretaris PCNU Kota Yogyakarta, Wakil Ketua PWNU DIY, pimpinan di Lembaga Pendidikan Ma’arif  NU, dan sejak 2021 lalu menjabat sebagai Mustasyar (Penasihat) di PWNU DIY.

GBPH H Prabukusumo dan mantan Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo (tengah) saat melayat di rumah duka. (Foto: Lutfi)

Kariernya di pemerintahan juga diakui mantan Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo. Ketua Keluarga Besar Paguyuban Purna Bakti Putra Praja Bantul ini dalam sambutannya pada upacara pelepasan jenazah di rumah duka Babarsari Depok Sleman, menjelaskan, karier almarhum di pemerintahan diawali dengan menjadi guru SMAN 1 Banguntapan. Kemudian menjadi Kepala SMAN Pleret. Dilanjut menjadi Kepala Seksi Pendidikan Menengah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian menjadi Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Atas. Terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul.

“Untuk meniti karier mulai dari guru sampai Kepala Dinas itu tidak mudah. Perlu etos kerja tinggi,” kata mantan Bupati ini sambil menambahkan, selama ini aktifitas almarhum di Paguyuban Purna Bakti Putra Praja Bantul juga tak pernah lepas dari kegiatan dakwah. “Beliau memang seorang da’i,” tambahnya.

Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih menyampaikan sambutan di samping jenazah.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih juga mengapresiasi kiprah almarhum, baik di pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan. Dalam sambutannya di Masjid Al-Muhtadin Plumbon, Bupati menilai banyak jasa yang sudah diberikan almarhum kepada masyarakat umum, baik di lingkungan NU maupun luas.

Selama hidupnya Masharun juga mempunyai andil besar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Tinggalannya adalah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Raudhah yang sampai saat ini masih eksis. Ketua Umum KBIHU Ar-Raudhah, KH Imam Subarno dalam sambutannya di rumah duka menjelaskan,  jasa almarhum terhadap KBIHU Ar-Raudhah sangat besar, sebab beliau termasuk salah satu pendirinya.

Dijelaskan, K.H. Drs. Masharun Ghozalie, M.M. merupakan pendiri dan Ketua Majelis Pengajian Sabilisy-Syakirin Yogyakarta. Dari majelis pengajian ini lahir Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Raudhah (1999). Dalam perjalannya, almarhum pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KBIHU Ar-Raudhah, kemudian naik menjadi Ketua KBIHU Ar-Raudhah. Selanjutnya saat PNS tidak boleh menjadi ketua KBIHU, beliau dipercaya menjadi Ketua Yayasan Ar-Raudhah dan juga Pembina KBIHU Ar-Raudhah yang dijabat sampai akhir hayat.

“Selama ini almarhum  juga merupakan salah satu pembimbing unggulan di KBIHU Ar-Raudhah. Beliau bersemangat dalam membesarkan KBIHU Ar-Raudhah. Saat ini jamaah Ar-Raudhah sudah mencapai sekitar lima ribuan. Karena itu para pengurus KBIHU Ar-Raudhah dan semua jamaah Ar-Raudhah merasa sangat kehilangan atas wafatnya KH Masharun Ghozalie. Jasa-jasa beliau bagi KBIHU Ar-Raudhah dan para jamaah Ar-Raudhah sangat besar.

KH Imam Subarno memberikan sambutan atas nama KBIHU Ar-Ruadhah.

“Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY saya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum teriring doa semoga diampuni segala dosanya dan diterima semua amal ibadahnya, kelak diberikan tempat yang terbaik di surga Nya, aamiin aamiin aamiin yra,” kata H Jauhar Mustofa, Plt Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY melalui grup WA.

Karena luasnya kiprah dan pergaulan almarhum selama hayatnya, maka tak heran kalau pelayat berdatangan dari berbagai kalangan sejak beberapa saat setelah wafat sampai pemakaman. Antara lain Ketua PWNU DIY Dr KHA Zuhdi Muhdlor SH MHum, Ketua MUI DIY Prof Dr KH Machasin MA, Ketua MUI Sleman Dr KH Abdul Fatah, Rais Syuriah PCNU Sleman KH A Syakir Ali, Ketua Yayasan Asram dan pimpinan Lembaga Pendidikan Al-Azhar Drs HA Hafidh Asrom MM, putra (alm) Sri Sultan HB IX, GBPH H Prabukusumo SPsi, mantan Rektor UNY Prof Dr KH Rochmat Wahab, Kepala Biro Kesra Setda DIY Drs H Faishol Muslim, mantan Walikota Yogyakarta H Hery Zudianto dan masih banyak tokoh lainnya.

Doa saat pelepasan jenazah di rumah duka oleh KH Mas’ud Mas’duki (Rais Syuriah PWNU DIY) dan KH Nurwahid. Kemudian di Masjid Al-Muhtadin Plumbon oleh Dr. KH Habib A. Syakur (Ketua MUI Bantul yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY).  Sedang talqin di makam oleh KH Munir Syafaat, pengasuh Ponpes Nurul Ummah Putri Prenggan Kotagede.

Selamat jalan Pak Harun. (Lutfi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *