Gus Iqdam Ungkap Kiat Agar Dapat ‘Dekengan Pusat’

Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam,

Bangkitmedia.com, SURABAYA – Pendakwah muda Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, menekankan pentingnya keseimbangan antara ketakwaan, penguasaan teknologi, dan sikap tawakal dalam menjalani kehidupan.

Pandangan ini disampaikan dalam acara Al-Yasmin Bershalawat dan Peluncuran Talenta Santri Digital di Pondok Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Ahad (05/04/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Gus Iqdam menjelaskan bahwa santri masa kini tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan tambahan seperti teknologi digital. Dengan kemampuan ini, santri diharapkan melek media sosial dan memahami perkembangan teknologi sehingga mampu menyiarkan kebaikan secara lebih luas dan masif.

“Jenengan malih melek akan sosial media, ngerti kecanggihan teknologi saat ini. Mampu mensyiarkan kebaikan ini dengan sebaik-baiknya, tentunya harus diiringi dengan iman dan takwa,” jelas Gus Iqdam katanya sebagaimana dilansir NU Online Jatim.

Namun, Pimpinan Majelis Sabilu Taubah Blitar ini mengingatkan bahwa iman dan takwa saja belum cukup tanpa adanya sikap tawakal atau pasrah kepada Allah. Ia mengibaratkan tawakal sebagai layar yang mengemudikan arah kapal kehidupan. “Dari setiap ikhtiar kita, kita itu diajak pasrah kepada Allah SWT. Serius mengupayakan boleh, ikhtiar semaksimalnya boleh. Tapi ketika sudah totalitas, kuncinya tinggal pasrah,” ungkapnya.

Gus Iqdam menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya santri, dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Menurutnya, santri tidak boleh tertinggal dalam perkembangan zaman. Justru santri harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Jika santri menguasai media sosial dan teknologi digital, maka adab dan etika dalam dunia digital juga akan lebih terjaga. Dakwah bisa menjangkau lebih luas dan memberi manfaat bagi umat,” tuturnya.

Gus Iqdam berharap pesantren dapat terus melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam akidah dan akhlak, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang teknologi dan kreativitas. la mengapresiasi kreativitas santri di Pesantren Al-Yasmin yang mampu memanfaatkan teknologi, termasuk pertunjukan drone dan berbagai inovasi digital yang ditampilkan dalam acara tersebut. “Santri harus tetap berpegang pada nilai-nilai ulama salaf, tetapi juga mampu menghadapi kemajuan zaman. Dengan begitu, Islam akan benar-benar menjadi kahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar manusia tidak bersikap ambisius secara berlebihan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, memaksakan segala sesuatu harus terjadi sesuai keinginan saat ini juga bukanlah cerminan seorang hamba yang bertawakal. “Karena dalam firman Allah SWT, barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, maka hidupnya akan dicukupi,” tegas Gus Iqdam.

Gus Iqdam meyakini bahwa siapapun yang bersungguh-sungguh dalam berjuang, meski terasa sulit, pada akhirnya akan membuahkan kebahagiaan bagi orangtua dan mendatangkan ridha Allah. “Insyaallah apapun yang menjadi hajatmu akan diijabah oleh Allah SWT. Entuk dekengan pusat (Mendapat dukungan dari pusat/Allah),” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *