Seruan Dakwah Harmoni Bangsa, KH Sugito Ingatkan Pesan Rasulullah SAW tentang Persatuan Umat

Acara Syawalan keluarga besar Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) Bantul di kediaman Ibu Siti Rohmah, Turi RT 01 Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Selasa (14/4/2026).

Bangkitmedia.com, BANTUL – Dakwah tak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga menjadi jalan merawat keharmonisan kehidupan berbangsa. Hal itu disampaikan Kasi Bimas Kemenag Bantul, KH Sugito, pada pertemuan rutin sekaligus Syawalan keluarga besar Pokjaluh (Kelompok Kerja Penyuluh) Bantul di kediaman Ibu Siti Rohmah, Turi RT 01 Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Selasa (14/4/2026).

Dalam tausiyahnya, KH Sugito mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqash sebagai landasan penting dalam memahami kondisi umat saat ini:

Bacaan Lainnya

أنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ أَقْبَلَ ذَاتَ يَومٍ مِنَ العَالِيَةِ، حتَّى إذَا مَرَّ بمَسْجِدِ بَنِي مُعَاوِيَةَ دَخَلَ فَرَكَعَ فيه رَكْعَتَيْنِ، وَصَلَّيْنَا معهُ، وَدَعَا رَبَّهُ طَوِيلًا، ثُمَّ انْصَرَفَ إلَيْنَا، فَقالَ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ: سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا، فأعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً، سَأَلْتُ رَبِّي: أَنْ لا يُهْلِكَ أُمَّتي بالسَّنَةِ فأعْطَانِيهَا، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لا يُهْلِكَ أُمَّتي بالغَرَقِ

“Bahwa suatu hari, Rasulullah SAW tiba dari tempat yang tinggi. Ketika melewati masjid Bani Muawiyah, beliau masuk dan kemudian salat dua rakaat. Mereka pun salat bersama dan Rasulullah SAW memanjangkan doa kepada Allah, lalu berpaling kepada mereka.”

Ia kemudian menjelaskan makna hadis tersebut, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW singgah di Masjid Bani Muawiyah, menunaikan salat dua rakaat, dan memanjatkan doa panjang kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, bahwa beliau memohon tiga perkara kepada Allah. Dua di antaranya dikabulkan, yakni agar umatnya tidak dibinasakan oleh kelaparan yang merata dan tidak ditenggelamkan. Sementara satu permohonan tidak dikabulkan, yaitu agar umatnya tidak saling bermusuhan. (HR Muslim).

Menurut KH Sugito, hadis ini mengandung pesan mendalam yang patut disyukuri sekaligus direnungkan. Allah SWT telah menjamin keberlangsungan hidup umat Nabi Muhammad SAW dari kehancuran akibat kelaparan dan bencana besar sebagaimana umat terdahulu.

Ia juga menegaskan, bahwa Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi hambaNya yang bertaubat, sejalan dengan sifatNya sebagai Al Ghaffar dan Al Ghafur.

“Allah SWT akan selalu memberikan ampunan kepada hambaNya yang bertaubat, meskipun sering terjatuh dalam dosa dan maksiat,” tandasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa potensi konflik dan permusuhan di antara manusia tetap menjadi tantangan nyata, sebagaimana yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk kawasan Timur Tengah.

“Permusuhan atau peperangan di antara umat manusia masih terus terjadi. Kita bisa melihat sendiri bagaimana konflik di Timur Tengah yang belum juga berakhir,” ungkap alumni PP Nurul Ummah Kotagede tersebut.

Dalam konteks kehidupan lokal, KH Sugito menilai fenomena ketidakharmonisan juga masih kerap dijumpai, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, maupun bernegara.

Karena itu, ia menegaskan peran penting para penyuluh agama untuk terus bergerak menyebarkan nilai-nilai kedamaian melalui dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Sebagai penyuluh, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus mengkampanyekan kedamaian agar tercipta kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk menyambut dan mendukung tema Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI DIY Tahun 2026 yang diusung Kementerian Agama DIY.

“Membumikan ajaran mulia Alquran untuk terciptanya harmoni dan kemuliaan hidup,” tandasnya, merujuk pelaksanaan MTQ yang akan digelar pada 16–18 April 2026 di Sleman, DIY. (Arif Faozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *