Oleh: Arief Fauzi Marzuki
Dalam Al Qur’an Surah Al Jumu’ah ayat 2, Allah Ta’ala berfirman:
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS Al Jumu’ah: 2).
Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus Rasulullah kepada kaum yang sebelumnya tidak mengenal kitab dan kerasulan. Rasul tersebut membacakan ayat-ayat Al Qur’an, menyucikan jiwa dari akidah yang rusak dan akhlak yang buruk, serta mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Sebelum diutusnya Rasulullah, manusia berada dalam kesesatan yang nyata.
Allah SWT juga mengutus Rasul kepada umat-umat setelahnya, baik dari kalangan Arab maupun bangsa lain hingga akhir zaman. Hal ini menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan Allah dalam mengatur kehidupan manusia melalui wahyuNya.
Berpijak dari nilai-nilai tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mengusung tema Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tahun 2026, yaitu “Membumikan Ajaran Mulia Al Qur’an untuk Terciptanya Harmoni dan Kemuliaan Hidup”, yang diselenggarakan di Sleman pada 16–18 April 2026.
Sejarah panjang peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an sebagai sumber utama syariat. Al-Qur’an menjadi rujukan lintas zaman, melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, serta mendorong lahirnya karya-karya tafsir dengan beragam corak pemikiran.
Kecintaan terhadap Al Qur’an juga tercermin dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Nilai-nilai Al Qur’an menginspirasi lahirnya berbagai kebijakan dan praktik sosial yang menguatkan harmoni dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Harmoni Sosial dan Lingkungan
Al Qur’an memiliki keterkaitan erat dengan konsep harmonisasi kehidupan. Ayat-ayatnya menjadi pedoman dalam membangun kedamaian, toleransi, dan keseimbangan sosial.
Pertama, harmonisasi sosial dan toleransi tercermin dalam Surah Al Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa sesama orang beriman adalah bersaudara. Nilai ini mendorong terciptanya perdamaian dan sikap saling menghormati dalam perbedaan.
Kedua, pengendalian diri. Al Qur’an melarang perilaku saling merendahkan atau memperolok, karena setiap manusia memiliki potensi kebaikan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun keharmonisan sosial.
Ketiga, harmonisasi psikologis. Interaksi dengan Al Qur’an, termasuk menghafalnya, dapat memperkuat ketahanan mental dan kepercayaan diri.
Keempat, keindahan bacaan Al Qur’an. Irama dan kaidah tilawah menghadirkan ketenangan batin serta keindahan spiritual bagi pendengarnya.
Kelima, keseimbangan dan keadilan. Al Qur’an menekankan pentingnya menjaga hubungan yang adil dan seimbang, baik dengan sesama manusia maupun dengan alam.
Secara keseluruhan, Al Qur’an menjadi sumber inspirasi untuk membangun kehidupan yang harmonis dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.
Kemuliaan Hidup
Al Qur’an merupakan pedoman utama dalam meraih kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Ia berfungsi sebagai petunjuk, penyejuk hati, dan sumber kebenaran yang terjaga keasliannya.
Menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidup melalui membaca, memahami, dan mengamalkan akan menghadirkan ketenangan jiwa, keberkahan, serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan.
Beberapa poin penting terkait kemuliaan hidup bersama Al Qur’an antara lain:
Pertama, sebagai petunjuk yang terjamin. Al Qur’an menjaga manusia dari kesesatan dan menjadi panduan hidup yang sempurna.
Kedua, sumber ketenangan. Interaksi dengan Al Qur’an mampu melembutkan hati dan menjadi obat bagi kegelisahan.
Ketiga, kemuliaan akhlak dan derajat. Orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an akan diangkat derajatnya.
Keempat, keberkahan dalam keterbatasan. Kehidupan yang dekat dengan Al Qur’an akan terasa lebih lapang dan cukup.
Adapun cara meraih kemuliaan melalui Al Qur’an meliputi:
- Tilawah (membaca dengan benar sesuai kaidah),
- Tadabbur (merenungi makna ayat),
- Amal (mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari),
- Hafalan (menghafal ayat-ayat Al-Qur’an).
Dengan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman utama, manusia akan memperoleh kemuliaan, baik di hadapan Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial. (*)
Arief Fauzi Marzuki
PAI KUA Piyungan, Kemenag Bantul DIY








