marzuki wahid

Surat Terbuka untuk Fraksi PKS DPR RI

Posted on

Menanggapi sikap F-PKS yang menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, melalui surat terbuka ini saya menyampaikan pandangan dan sikap sebagai berikut:

1. Menyesalkan sikap F-PKS yang tidak responsif sama sekali terhadap realitas kemungkaran dan kemadlaratan yang mengancam negeri ini. Tahukah Anda bahwa setiap jam di Indonesia terjadi 3-4 tindak kekerasan seksual dalam berbagai bentuknya. Kekerasan seksual adalah kemungkaran dan kemadlaratan yang wajib dicegah, pelakunya wajib dihukum, dan korbannya wajib dilindungi dan didampingi. Ini adalah ajaran Islam yang qath’iy. Kenapa F-PKS tidak peduli, bahkan cenderung lari dari kenyataan kemafsadatan? Ada apa? Di mana letak perjuangan Islam Anda?

2. Sikap F-PKS yang menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini dapat dimaknai bahwa Anda pro dan mendukung kekerasan seksual yang terus terjadi di negeri ini. Apakah begitu? Tentu tidak kan? Jika Anda memang anti terhadap tindak kekerasan seksual, maka Anda wajib mendukung RUU ini.

3. RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini sangat penting dan ditunggu segera pengesahannya untuk menghentikan, mengurangi, dan mencegah tindak kekerasan seksual. Selama Indonesia ada, kita belum memiliki regulasi yang tegas dan memadai untuk menghapus kekerasan seksual di negeri ini.

4. Bahwa jika ada hal-hal yang belum Anda sepakati dari sejumlah pasal dalam RUU ini, maka mari kita bahas bersama dengan kepala dingin, pikiran yang jernih dan hati yang bening untuk menemukan rumusan hukum yang tepat. Perbedaan pendapat dalam pembahasan RUU adalah hal yang biasa dan wajar terjadi. Adalah kewajiban Anda sebagai anggota DPR RI untuk membuat legislasi, bukan malah lari dari agenda ini. Saya kuatir pendukung Anda akan lari dari dukungan, karena sikap Anda yang tidak bertanggungjawab atas tugas legislasinya.

Baca Juga >  Ternyata, Soeharto Telah Membeli Islam Modernis-Konservatif

5. Jika ada empat poin yang Anda usulkan, lalu tidak diterima atau tepatnya belum diterima, maka bukan begini cara Anda menyikapinya, yakni dengan menolak RUU ini. Sikap penolakan Anda terhadap RUU ini terkesan mutung (molosi) karena usulan Anda tidak atau belum diterima. Ini namanya sikap kekanak-kanakan dan tidak bertanggungjawab. Sikap Anda ini mencerminkan bahwa Anda bukan tipe petarung dalam memperjuangkan kebenaran dan kemaslahatan. Saya kuatir orang akan menjuluki Anda sebagai pengecut politik. Tentu tidak baik bagi PKS jika ini terjadi.

6. Jika Anda sungguh-sungguh memperjuangkan Islam, maka Anda wajib mencegah kemungkaran dan kemadlaratan yang sudah merajalela, serta menarik kemaslahatan bagi korban yang selama ini tidak tertangani dengan baik. Tentu ini juga adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh Anda sebagai anggota DPR RI, di antaranya dengan membuat legislasi (UU).

Demikian surat terbuka ini saya luncurkan agar didengar oleh F-PKS. Masih ada waktu bagi Anda untuk mengubah sikap politik yang bertanggungjawab untuk memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan.

Cirebon, 09/02/2019

Penulis: KH Dr Marzuki Wahid, Sekretaris Lakpesdam PBNU.