Siapkan Pelatih Kompeten, DKC CBP KPP Bantul Gelar Diklatpel Pertama

Peserta Diklat IPPNU Bantul

BANTUL, Bangkitmedia.com– Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Korp Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bantul sukses melaksanakan Pendidikan dan Latihan Pelatih (Diklatpel) untuk pertama kalinya.

Kegiatan diikuti 22 peserta terpilih yang mewakili tiap Pimpinan Anak Cabang di Kabupaten Bantul. Dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat, (14/2/2025) hingga Minggu (16/2/2025) di MTsN 8 Dlingo Bantul.

Menurut Panitia Penyelenggara Diklatpel Muhammad Nabil Rafi’i, meskipun bukan pengkaderan formal tapi memiliki tujuan strategis. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan pelatih yang kompeten dan terpercaya guna mendukung dan memfasilitasi kegiatan Pendidikan dan Latihan Utama (Diklatama) yang saat ini menjadi kegiatan pengkaderan wajib yang dilaksanakan di tingkat PAC di Bantul.

“Kita membutuhkan pelatih yang kompeten dan memiliki standarisasi keilmuan yang baik. Dengan adanya trainer yang terlatih dan profesional, kita bisa memastikan bahwa setiap pelatihan dapat dikelola dan dijalankan dengan baik pula,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan DKC KPP Bantul, Annisa Eka Putri menyampaikan bahwa Diklat yang sudah berjalan selama ini di Tingkat kapanewon atau DKAC belum menunjukkan peningkatan kualitas pengkaderan secara signifikan.

“Berbeda dengan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) yang selama ini memang sudah ada instruktur pelatih untuk memfasilitasi pengkaderannya, di Diklatama ini kami masih mengandalkan Sumber Daya yang sangat terbatas. Sebenarnya ada banyak kader yang memiliki potensi tetapi belum dapat dioptimalkan untuk proses pengkaderan ini karena masih belum memiliki pengalaman dan kesiapan untuk menjadi trainer. Maka dari itu kami di Tingkat DKC juga mulai upgrade skill trainer melalui Diklatpel untuk menjawab permasalahan ini. Pastinya ini juga dilakukan untuk check and balance proses pengkaderan yang dilakukan sehingga tidak hanya mengejar kuantitas aja tetapi juga mengutamakan kualitas kader yang nantinya akan terjun langsung dalam kegiatan organisasi dan juga di masyarakat,” ujarnya.

Adhimas Naufal Afnandi, Komandan DKC CBP Bantul menambahkan bahwa CBP-KPP Bantul perlu treatment baru dalam menjalankan proses pengkaderan. Terutama dalam menjaga konsistensi dan standarisasi pengkaderan itu sendiri.

“Kami menyadari bahwa setiap orang itu unik dan memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Maka dalam prosesnya kami menyaring setiap potensi kader yang ada kemudian berusaha menyesuaikan kompetensi masing-masing sesuai dengan bidang yang dipilih. Selain memberikan materi terkait dengan bidang pelatihannya, kami juga memberikan materi pendukung sebagai capacity building untuk trainer diantaranya public speaking, psikologi, leadership, administrasi, tata laksana upacara, hingga manajemen diklat. Setelah Diklatpel ini, nantinya kami akan membentuk sebuah kepengurusan Pelatih CBP KPP sebagai upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan pengkaderan yang lebih massif lagi,” tuturnya.

Ia berharap bahwa Diklatpel pertama ini menjadi langkah awal yang penting bagi DKC CBP Kabupaten Bantul dalam membangun kader-kader yang siap berkontribusi secara maksimal bagi organisasi dan masyarakat.

“Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut untuk mencetak pelatih yang dapat memahami peran strategis CBP KPP dalam IPNU-IPPNU. Lebih dari sekedar Lembaga semi otonom, CBP KPP adalah pilar penting dalam organisasi dan pengabdian Masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kualitas pelatih dan pelatihan harus terus menjadi prioritas,” pungkasnya.

 

kontributor: Yulia Dwi Kustari

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *