Ini Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmat 2026-2031

Jajaran Kepengurusan PBNU 2026-2031. (Foto: Istimewa)

Bangkitmedia.com, JAKARTA – Susunan Kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 secara resmi diumumkan di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Menurut Ketum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, struktur baru tersebut mencakup unsur Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah.

Menariknya, struktur Kepengurusan PBNU periode ini berjumlah 210 orang. Jumlah tersebut bertambah 21 orang dibanding kepengurusan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang. Gus Kikin menyebut hal tersebut sebagai bentuk pemerataan dari semua jajaran, mulai generasi awal sampai akhir.

“Dari seluruh jajaran lembaga, IPNU, PMII, Ansor. Kami seimbangkan sehingga semuanya dari unsur itu seimbang semuanya,” kata Gus Kikin saat mengumumkan kepengurusan PBNU tersebut.

Gus Kikin berharap pengumuman kepengurusan tersebut menjadi awal bagi jajaran baru untuk segera menjalankan khidmah organisasi.

Dari susunan pengurus yang sudah dirilis, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha masuk dalam kepengurusan PBNU masa khidmat 2026-2031.

Pada jajaran Mustasyar, jumlah pengurus berkurang dari 34 menjadi 33 orang. Sementara itu, jumlah Rais Aam dan Wakil Rais Aam bertambah dari tiga menjadi enam orang. Lalu jumlah Rais meningkat dari 26 menjadi 31 orang. Adapun Katib Aam dan Katib bertambah dari 23 menjadi 32 orang.

Sementara itu, jumlah A’wan Syuriyah berkurang dari 37 menjadi 34 orang. Pada jajaran Tanfidziyah, jumlah Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum bertambah dari lima menjadi delapan orang. Jumlah jajaran Ketua berkurang dari 27 menjadi 26 orang.

Selanjutnya, jumlah Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal meningkat dari 21 menjadi 32 orang. Adapun jumlah Bendahara Umum dan Bendahara berkurang dari 13 menjadi delapan orang.

Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 ditargetkan berlangsung 22 Oktober bertepatan dengan momentum Hari Santri 2026 di Jakarta. Pelantikan tersebut akan menjadi penanda dimulainya masa khidmah kepengurusan baru PBNU setelah Muktamar ke-35 NU. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *