“Muswil menjadi forum penting untuk mengevaluasi perjalanan DMI DIY periode 2021–2026 sekaligus menyusun arah gerakan lima tahun berikutnya. Tidak hanya berbicara tentang organisasi dan kepemimpinan, peserta Muswil akan membahas program kerja, rekomendasi serta pokok-pokok pikiran mengenai pemberdayaan ekonomi dan kemandirian masjid,” ucap Ketua PW DMI DIY Prof Muhammad, Jumat (25/9).
Ditambahkan Muhammad, semangat yang hendak dibangun yakni bagaimana masjid semakin makmur sekaligus memakmurkan. Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran, pembinaan generasi, pelayanan sosial, penguatan ekonomi umat dan ruang tumbuhnya kebersamaan warga.
Lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur DMI DIY akan mengikuti rangkaian Muswil. Mereka akan membawa pengalaman, aspirasi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing untuk dirumuskan menjadi agenda bersama.
Perkembangan teknologi dan perubahan sosial juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Pengelolaan masjid membutuhkan pengurus yang adaptif, terbuka terhadap kolaborasi dan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana memperluas kemanfaatan.
“Dari forum inilah diharapkan lahir program yang konkret dan dapat dikerjakan bersama. Masjid semakin hidup, pengurus semakin berdaya, jamaah semakin sejahtera, dan masyarakat semakin merasakan manfaatnya. Itulah salah satu harapan yang menyertai Muswil DMI DIY 2026,” tukasnya. (*)








