Bangkitmedia.com, BANTUL – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Joglo Ibu Kota Srimulyo (IKS), Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut ada dua agenda utama, yakni Lomba Menggambar usia Taman Kanak-kanak (TK) dan Parade Kesenian Hadrah lintas padukuhan. Kegiatan diawali gelaran Lomba Menggambar yang diikuti 180 anak. Peserta merupakan perwakilan siswa-siswi TK Masyithoh se-Kapanewon Piyungan serta TK di wilayah sekitar Kalurahan Srimulyo. Peserta berkompetisi memperebutkan enam kejuaraan yang terbagi dalam dua kategori, yakni TK A dan TK B.
Koordinator Lomba Menggambar Ahmad Shofiyuddin Ichsan menjelaskan, seni menggambar dipilih untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak dalam mengekspresikan imajinasi dan kreativitas sejak usia dini. Menurutnya, di tengah era yang serba dinamis dan penuh tantangan ke depan, penanaman daya kreatif menjadi fondasi krusial bagi generasi penerus bangsa agar kelak mampu melahirkan inovasi demi peningkatan taraf hidup masyarakat.
Memasuki malam hari, digelar Parade Hadrah yang menampilkan grup-grup hadrah utusan berbagai dusun di wilayah Srimulyo. Koordinator Parade Hadrah Mahmud Fahrudin menyampaikan, hampir setiap dusun di wilayah Srimulyo telah memiliki kelompok hadrah yang aktif berlatih.
Parade ini disiapkan sebagai panggung apresiasi agar karya dan latihan rutin warga dapat dinikmati masyarakat secara luas. Momen tersebut juga menandai dibentuknya konsorsium grup hadrah se-Srimulyo dengan nama Harmoni Srimulyo. Wadah ini disepakati bersama PRNU Srimulyo guna memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan pelibatan kesenian hadrah dalam agenda-agenda mendatang. Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah keagamaan oleh Pengasuh Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo Drs KH Heri Kuswanto MSi.
Ketua Ranting NU Srimulyo Suwarno MPd menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional akan diproyeksikan sebagai program kerja rutin tahunan. “Hari Santri adalah momentum penting di mana kualitas pendidikan dan moralitas berbasis agama harus terus dipertahankan, sekaligus menjadi titik pembaruan semangat menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, santri telah membuktikan peran historisnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta senantiasa memperkuat peradaban bangsa dengan berbekal karakter positif yang kokoh yang selama ini terus dipertahankan. (*)








