kiai hasib wahab

Pilpres dan Diskusi dengan Kiai Hasib Wahab

Posted on

Diskusi ini terjadi pada 27 Maret lalu. Saya tulis dan saya kirimkan kembali ke Kiai Hasib lewat japri untuk dikoreksi sekaligus minta izin mau saya sebar di medsos. Saya sudah lupa dg tulisan saya ini, eh tadi pagi Kiai Hasib mengirimkan ke beberapa grup medsos. Berikut ini diskusinya.

Kiai Hasib pernah bilang bahwa saat acara Debat Cawapres, beliau bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim) yang juga hadir pada saat acara debat tersebut.

Lalu KH. Marzuki mengatakan kepada Kiai Hasib “Saya sekarang baru paham, kalau Gus Hasib perlu mendampingi di kubu paslon 02. Kita semua tidak tahu siapa nanti yang menang pilpres.” Kemudian Yai Hasib menjawab “Matur nuwun pak Kiai atas tafahumat antara kita.”

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Hal di atas menurut Yai Hasib menunjukkan bahwa sesama warga NU yang ada di paslon 01 dan di paslon 02 adalah soal ijtihad politik saat pilpres. Berbeda pilihan adalah biasa-biasa saja gak usah saling tegang, salah menyalahkan dan harus bersikap dewasa. Bila paslon 01 menang ya Alhamdulillah, NU menang, sebaliknya kalau paslon 02 menang juga ada orang NU-nya. Begitu aja kok repot..!

Atas penjelasan Kiai Hasib tersebut, saya respek. Yai Hasib dikenal sebagai pribadi terbuka, maka saya memberi masukan, “Yi, mohon maaf, bila ada sejawat Panjenengan yang menyebarkan isu PKI, supaya diingatkan, karena itu hoaks, sama hoaksnya dengan isu kalau Prabowo jadi, maka dia akan menegakkan khilafah. Menurut saya tidak mungkinlah Prabowo akan menegakkan khilafah. Karena dalam sebuah video, Yusril bercerita bahwa agama Islamnya saja kata habib Riziq tidak jelas. Tapi untuk masalah radikalis menumpang di pihak 02 itu fakta Yi. Jadi Jenengan tidak usah membela radikalis. Saya lima tahun ikut HT dan saya tahu watak serta strategi mereka. Silakan Panjenengan membela PRB, tapi tidak usah membela radikalis. Karena adalah suatu fakta bila radikalis kayak Hizbut Tahrir dan sejenisnya yang nonmoderat menumpang di 02, bahkan Gus Sholah pun pernah menulis di Jawa Pos. Radikalis itu walau sedikit, tapi tukang resek dimana mana. Maka bila Kiai Hasib ada di 02 bagus bisa halangi mereka, tapi tidak usah membela mereka dan menutupi eksistensi mereka. Ngapunten Pakdhe Yai.

Baca Juga >  HTI Menilai Hari Santri Bid'ah dan Tradisi Thoghut, Ini Jawaban Saya!

Kiai Hasib menjawab, “Lho Pakde (Yai Hasib) ada di kubu PS justru strategi saya ini mirip dengan abah, KH.Wahab Chasbullah dalam melawan faham Wahabi. Kalau beliau secara transparan protes ke Raja Saudi. Kalau saya masuk di kandang Wahabi untuk melindungi pak Prabowo jangan sampai terlalu dekat atau terpengaruh oleh orang-orang faham Wahabi. Terbukti sdr. Salim al-Jufri malah bertanya sama saya “Bagaimana pak Kiai akhir-akhir ini pak PS kok tidak ngajak rembukan sama kami partai pengusung.” Itu nampaknya bahwa PS setelah kami/warga NU gabung kepada paslon 02, beliau lebih banyak merangkul ormas dan tokoh-tokoh Islam nasionalis & moderat. Ini analisa saya, semoga betul…”
********

[27/3 07:00] Ainur Rofiq Al Amin: Salam, Pakdhe Yai, ini saya perhalus, bolehkah saya sebar ke umum seperti FB dan WA?

[20/4 06:11] Yai Hasib: Sangat boleh…dan itu sebenarnya didlm pikiranku.., mtr nuwun dikmas H.Rofiq, maaf baru baca dan membalasnya.
Pakde Hsb.

 

Penulis: Ainur Rofiq Al Amin, Jombang.