Perasaanku Ketika Menyaksikan Jerman Tersingkir Piala Dunia 2018

jerman tersingkir

Dr Suratno, Dosen Universitas Paramadina Jakarta dan Wakil Sekretaris Lakpesdam PBNU. Menyelesaikan Studi S3 di Jerman.

Tadi malam bener-bener emosi: sedih, gemeszzz campur anyeelll. Menyaksikan Jerman kalah dan tersingkir. Padahal di atas kertas harusnya bisa menang lawan Korea. Tapi bola itu bundar. Mantab dan salut untuk tim Korea dengan perjuangannya.

Banyak faktor atas kekalahan Jerman dari Korea dan jeleknya performa Jerman selama Piala Dunia sehingga tidak lolos fase grup. Sebuah prestasi terburuk Jerman sepanjang sejarah. Tapi semua faktor bisa mengerucut pada 1 hal: kesalahan Joachim Loew. Setelah beberapa prestasi bagus sebelumnya, sekarang dia layak diganti (lets say “dipecat”) karena tragedi memalukan dan demi perbaikan di masa depan

Di status sebelumnya “gibt niemals auf” saya tulis juga bahwa timnas Jerman juga ada kelemahan-kelemahannya. Ini beberapa catatan saya.

Baca Juga: Gibt Niemals Auf dan Hilangnya Filosofi Permainan Jerman

The Loosing Team. Aneh banget bahwa Loew melawan Korea menggunakan formasi tim yang kalah lawan Mexico. Di starting line-up ada Timo Werner, Ozil yang bermain buruk lawan Mexico. Khedira dimainin berarti bertahan. Coba-coba dengan Goretzka dll. Kesimpulannya: strategi awal Loew terlihat agak meremehkan lawan. Oke sebenarnya sebagai sebuah strategi sah-sah aja, tapi Loew kurang responsif ketika tim buntu. Selain telat memasukkan pengganti, juga pergantian banyak yang kurang pas.

Dua Kubu. Jadi di internal timnas Jerman ada 2 kubu. Kubu senior yang memenangkan Piala Dunia 2014 seperti Mueller, Neuer, Ozil, Kross, Khedira, Gomez dll dan kubu yunior yang menang Piala Konfederasi seperti Ter-Stegen, Sule, Kimmich, Brandt, Goretzka, Werner dll. Awalnya Loew terlihat mau regenerasi ketika lebih banyak kirim tim Yunior ke konfederasi. Tapi selanjutnya Loew gagal mengkombinasikannya dengan tim piala dunia yang dibawa serta ke Russia. Hasilnya permainan tim kurang padu.

Like & Dislike. Sebelum piala dunia banyak yang bertanya-tanya kenapa pemain-pemain seperti Leroy Sane yang main keren di Manchester City tidak dibawa ke Russia. Kabar beredar karen Sane susah diatur. Tapi kabar miring karena Loew kurang suka. Jadi seperti like and dislike. Ini juga terlihat bagaimana Loew (kalau bawa sih oke) tapi menurunkan Neuer yang baru sembuh dari cedera lama, selalu menurunkan Timo Werner yang digadang-gadangnya akan jadi bintang dll.

Ya nasi sudah menjadi bubur. Aufwiedersehen die mannschaft. Semoga Piala Eropa dan Piala Dunia selanjutnya lebih beruntung. DFB (Deutsche Fußball Bund) atau PSSI-nya Jerman harus segera ganti Loew. Jerman nggak kurang talenta-talenta muda, jadi kuncinya ada di pelatih.

Baca Juga: Piala Dunia 2018 dan Rahasia Hidup Pemain Jerman

Gara-gara kalah tadi malam jadi agak meriang, bad mood, males ngapa-ngapain termasuk males makaan (tapi kalau yang ini bagus karena setelah lebaran dari turun 2 kg selama puasa, setelah lebaran sudah naik 3 kg hehe).

“Bukan kekalahan yang ku tangisi, tapi kepergian dari piala dunia karena alasan seperti di atas yang ku sesali”— modifikasi lagunya Tommy J Pisa “perpisahan” hehe

Danke

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *