Kazan- Dramatis! Baru saja, semua kaget dengan pertandingan antara Korea Selatan dan Jerman. Korea Selatan menyingkirkan Jerman dari perhelatan Piala Dunia 2018. Jerman kalah 2-0 dalam laga penentuan itu. Sungguh dramatis, karena dua gol itu lahir pada injury time babak kedua. Jerman tersingkir sebagai juara bertahan. Gol Korea Selatan datang dari Young-Gwon Kim dan Heung-Min Son.
“Gibt Niemals Auf, Itu adalah ungkapan bahasa Jerman. Artinya “jangan putus asa”. Ungkapan yang merefleksikan etos-kerja Jerman yang tak kenal menyerah. Sayang, ungkapan ini hilang dalam permainan Jerman melawan Korsel,” tegas Kiai Dr Suratno dalam tulisannya di bangkitmedia.com.
Baca Juga: Piala Dunia 2018 dan Rahasia Hidup Pemain Jerman
Dalam laporan DetikCom, setelah melewati tiga pertandingan fase grup, Manuel Neuer dkk mengumpulkan tiga poin hasil sekali menang dan dua kali kalah. Jerman duduk di posisi dasar klasemen. Sementara Swedia dan Meksiko yang mendapat tiket ke-16 besar sebagai juara dan runner up grup. Korea Selatan berada di urutan tiga grup. Kegagalan Jerman lolos jadi kejutan terbesar di Piala Dunia 2018 ini karena status mereka sebagai juara bertahan. Jerman adalah juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Argentina dalam laga final.
Filosofi permainan Jerman yang tak mengenal putus asa sebenarnya tersaji dalam pertandingan melawan Korsel, tetapi Jerman kehilangan keindahan sehingga keseimbangan tak muncul. Sosok kiper Manuel Neuer justru melakukan blunder yang sangat “memalukan” karena ikut menyerang dan meninggalkan gawang. Begitu mudah gol kedua Korsel, karena gawang tanpa penghuni.
Gibt Niemals Auf, ungkapan filosofi hidup yang harus kembali dicari lagi para punggawa Jerman. Memainkan bola tanpa filosofi Gibt Niemals Auf justru akan kehilangan ruh permainan itu sendiri. Dalam sejarahnya, Jerman selalu tampil penuh kekuatan dan semangat juang yang tinggi. Tapi malam pertandingan melawan Korsel, daya juang Jerman nyaris “habis” disingkirkan Korsel. (md)








