Merawat Harmoni Persaudaraan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah ,

Bacaan Lainnya

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintahperintahNya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga kita selalu mendapat rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Para sederek kaum Muslimin ingkang minulya,

Telah menjadi tradisi dan kebiasaan yang sangat baik dimasyarakat kita bahwa setiap bulan syawal melakukan halal bihalal, saling memaafkan, bersilaturrahim, merekatkan persaudaraan baik secara pribadi maupun kolektif.

Kebiasaan ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk rekonsiliasi merajut dan merekatkan kembali persaudaraan diantara kita. Kwajiban bagi kita umat Islam untuk merawat harmoni persaudaraan serta menjauhkan dari segala yang menimbulkan keretakan bagi kita. Karena kita semua memang bersaudara yang perekatnya adalah iman dan Islam. Hal ini sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. al-Hujurat ayat 10).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kita senantiasa harus waspada, jangan sampai mudah diadu domba, diprofokasi, diinterfensi serta dipengaruhi oleh fihak yang memang tak pernah suka melihat umat Islam rukun dan bersatu. Jangan sampai hanya karena beda hari raya menjadi alasan kita bercerai berai. Oleh karenanya pertikaian, perselisihan, pertentangan, buruk sangka dan sejenisnya yang dapat meretakkan hubungan persaudaraan harus kita jauhkan.

Rasulullah SAW. bersabda :

“Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman (bijibijian seperti padi, jelai dan semisalnya), angin selalu menggoyang-goyangkannya, dan seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan; sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon araz yang kuat tidak pernah tidak bergoyang (karena diterpa angin) sampai masuk waktu dipanen.” (HR Muslim)

Ujian dalam kehidupan adalah sebuah keniscayaan. Suka dan duka silih berganti dalam kehidupan. Namun persaudaraan harus tetap tegar, kita rawat dengan tawakkal dan sabar. Tidak ada ujian tanpa jalan keluar. Tidak ada kesusahan tanpa penawar.

Para sederek kaum Muslimin Rahimakumullah,

Setiap hari kita shalat fardlu secara berjama’ah, hari ini dan setiap Jum’at kita berkumpul di masjid ini untuk shalat Jum’at juga senantiasa berjama’ah.

Ada hikmah dan pelajaran yang harus kita ambil, bahwa kita umat Islam harus senantiasa bersamaan, bersatu dalam kehidupan. Sebagai makmum kita wajib mengikuti imam, ketika imam keliru makmum wajib mengingatkan.

Terhadap sesama makmum kita harus selalu kompak, lurus dan merapatkan barisan. Mengambil pelajaran dari jama’ah shalat ini sebagai umat Islam

kita harus berdiri sama tinggi duduk sama rendah, berdasarkan persamaan dan persatuan serta persaudaraan, untuk meraih kemuliaan hidup di dunia sampai akhirat kelak dengan berharap ridla dari Allah Ta’ala.

Kaum Muslim dan Muslimat yang berbahagia

Wusana kata semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kita semua, dan seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan lalu diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *