Menikahlah, Jangan Banyak Mengeluh Mahalnya Harga Emas Saat Ini

hukum menikah

Pemuda, menikahlah,.. Jangan terlalu banyak mengeluh mahalnya harga emas saat ini. Atau menyalahkan tradisi besarnya permintaan Jeulame (Mas Kawin) dari calon mertua. Sehingga hal itu seolah-olah menjadi kendala utama.

Percayalah itu hanya mitos belaka. Karena menurut jurnal ilmiah Pyongyang, kendala utamanya seorang pemuda belum juga menikah adalah belum ada yang mau, bukan mas kawin atau jeulame. Udahlah, jujur saja.

Biasanya lagi, banyak dari kita sering lupa mengukur diri. Ingin punya istri yang cantik jelita, sedangkan wajah kita ‘ala kadar’ adanya. Ingat pesan agama, carilah pasangan yang setara. Berusahalah untuk mendapatkan calon istri idaman yang sesuai dengan kita, dan agama adalah pertimbangan utama.

Dikala sudah ada yang mau untuk dipersunting. Apalagi kamu sudah menjadi cinta sejatinya. Maka semua kendala dapat diatasi, termasuk harga mas yang mahal dan mas kawin yang tinggi. Semua bisa diselesaikan dengan diskusi dari hati ke hati. Karena cinta punya kekuatan tersendiri.

Kalaupun calon mertua tetap bersikukuh dengan mas kawin yang tinggi. Jangan mundur!. Karena Allah akan membantu hambanya yang bersungguh-sungguh.

Sangat banyak contoh yang dapat kita lihat di sekitar kita. Sebelum melamar malah tidak punya modal apa-apa. Walaupun mas kawin mahal, namun saat menjelang akad nikah semuanya sudah ada.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang sudah menguatkan niat untuk menikah segera. Punya motivasi yang lebih untuk berusaha, dan akan bekerja apa saja, asalkan halal. Inilah kekuatan cinta, akan ada saja jalannya, dengan pertolongan Allah tentunya.

Udahlah, bismillah saja,.. Lamar!

Apalagi, kalau para pemuda tahu manfaat jeulame/mas kawin setelah menikah. Saya yakin, jika diminta jeulame 15 mayam emas oleh calon mertua, maka ia akan berusaha memberikan 35 mayam. Betapa tidak?

Mas kawin itu bisa menjadi penyelamat bagi kita para suami. Bukankah saat sudah nikah nanti, kita bisa meminjamnya 😊. Syaratnya hanya perlu berjanji akan mengembalikan, dan pinjamanlah saat suasana hati istri lagi senang.

Karena sudah menjadi tradisi orang kita, mulai dari Sabang sampai New York. Secerewet-cerewetnya istri, tetap akan memberikan apapun yang ia miliki untuk suami tercinta. Apalagi untuk kepentingan keluarga. Jangankan untuk hal yang sangat penting dan mendesak, seperti membuat rumah. Kurang uang untuk beli mobil saja, bisa kita pakai sebentar mas kawin milik istri kita.

Oleh karena itu, Menikahlah tanpa harus menyusahkan diri, apalagi harus menunggu ini dan itu, dan membuat syarat macam-macam. Cukup agama sajalah menjadi syarat utamanya. Bagi yang belum ada calon berusaha dan berdoalah. Bagi yang sudah punya, bersegeralah.

Kenapa harus segera menikah? Agar kalian tahu bagaimana rasanya, saat mengomentari status seorang cewek di facebook, tiba-tiba istri men-like komentarmu. Hanya like saja! Itu sudah cukup membuatmu pelan-pelan membuka pintu saat pulang ke rumah. Selain kejadian-kejadian tak terduga lainnya 😁

Penulis: Budi Azhari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *