Ketika Santri Nakal Itu Menangis dan Bersimpuh Kepada Mbah Maimoen

Posted on

Selamat jalan Mbah Yai..

انا لله و انا اليه راجعون.. ان العيون لتدمع و ان القلوب لتحزن و نحن على فراقك ياشيخنا لمحزونون

Pagi ini ini kita semua dikejutkan dengan kabar wafatnya Syaikhina wa murobbi ruuhina Al-Allamah Mbah Yai Maimun Zubair di Tanah suci Mekkah. Seorang pendidik dan pengayom ummat sejati. 6 tahun lebih saya mengaji dan berguru kepada beliau. dan saya masih ingat di bulan Ramadhan kemarin, ketika beliau menghatamkan kitab Tanbihul Mughtarrin di hari Selasa, beliau menjelaskan kepada kami bahwa hari selasa adalah hari wafat para ulama dan para kekasih Allah Swt, bahkan abah dan buyut-buyut beliau juga wafat di hari selasa. Beliau pernah berkata :

“Selasa itu hari Allah menciptakan gunung. Gunung itu kata Allah menjadi pasak-pasak bumi, begitupula orang alim menjadi paku bumi bagi agama dan masyarakat”

Dalam tulisan ini, saya kembali menuangkan sebagian kenangan-kenangan indah selama mengaji dan berguru kepada beliau :

Suatu hari – seperti yang dikisahkan Gus Muhammad Pekalongan – seorang santri akan diboyong pengurus keamanan karena berbagai kasus pelanggaran. Ketika akan diantar pengurus keamanan sampai  jalan raya untuk dicarikan bis, santri itu lari menuju ke ndalem Yai Maimoen, Ia menangis dan tersungkur sesenggukan di bawah kaki beliau.

Yai dawuh: “enten nopo“? (Ada apa ?)

Kang santri itu menjawab: “kulo bade diboyong pengurus, tapi kulo taseh pengen mondok yai“(saya mau diboyong pengurus, tapi saya masih pengen mondok yai)

Kemudian yai manggil pengurus keamanannya lantas kemudian dawuh:

“santri iki ora usah diboyong yo, mergo cah enom seng gelem ngaji saiki longko…” (santri ini jangan di boyong ya.. Karena jaman sekarang sedikit pemuda yang mau ngaji )

Beliau lalu menoleh kepada santri itu dan berkata :

“tapi sampean kudu janji… ojo nakal maneh”..(tapi kamu harus janji.. Jangan nakal lagi )

Gus Rojih Ubab – cucu Mbah Yai – pernah berkata :

” Mbah kung iku nek ono santri nakal, ngongkon digedekno husnudzone, Husnudzon Cah iku bakal taubat lan dadi apik suatu saat, Lan didongakno ben cepet mari nakale.. ” (mbah itu kalo ada santri nakal, menyuruh kita untuk menguatkan husnudzon, husnudzon bahwa kelak ia akan taubat dan menjadi orang baik. Dan didoakan semoga cepat selesai nakalnya).

الى روح شيخنا ميمون زبير الفاتحة ..

Jakarta, 6 Agustus, 2019.

Penulis: Ismael Amin Kholil, santri Syaikhona Maimoen Zubair dan juga cicit Syaikhona Kholil Bangkalan.