jabat tangan

Gus Ghofur Maimoen: Pemimpin Umat Berjabat Tangan dengan Wanita

Posted on

Laki-laki dan perempuan sebaiknya tak berjabat tangan. Banyak ulama yang tak membolehkannya. Apalagi antara pemuda dan pemudi yang masih dipenuhi gelora listrik. Sikap hati-hati sangat baik dikedepankan.

Akan tetapi, ada situasi-situasi tertentu di mana sulit rasanya menghindar. Apalagi sekelas presiden, pemimpin-pemimpin ormas besar, dan tokoh-tokoh masyarakat. Saat seperti ini, fikih kita menyediakan pendapat lain yang secara dalil cukup kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.

NU Care LazisNU Jogja KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Yang terkahir ini ada madzhab Ahmadinejad, mantan Presiden Iran yang bersikukuh tak mau berjabat tangan, dan ada juga madzhab Mesir yang dicontohkan oleh Ali Jumah, mantan Mufti Mesir, Sayyid Thanthawi (alm.), Grand Syekh Al-Azhar, dan Muhammad Mursi, Presiden Mesir dari Ikhwan Muslimun yang digulingkan, yang tampak dengan enteng berjabat tangan dengan wanita.

Baca Juga >  Mencintai Bahasa Arab: Kenangan untuk Ayah Saya

Masing-masing dengan hujjahnya. Semoga keduanya, yang satu Syiah Iran dan yang satu merupakan pimpinan sunni di dunia, tetap rukun sentosa. Kita juga semoga ikut rukun gayeng sentosa.

Wallahu a’lam

(Penulis: Dr KH Abdul Ghofur Maimoen, Katib Syuriah PBNU)