Ini adalah quran cetak India tertua yang saya temukan di Indonesia. Milik seorang penghulu di kampong Kauman Palembang. Saya berterima kasih sudah diberi kesempatan bersilaturahmi dengan beliau. Melihat koleksi manuskrip Qur’an dan mendokumentasikannya.
Berdasarkan beberapa catatan, produksi cetak batu di India sudah berlangsung dua abad lalu. Tapi selama ini belum pernah ditemukan Quran cetak batu asal India. Juga, Quran tulis tangan dari anak benua India sangat jarang ditemukan di Indonesia. Dibandingkan dengan, misalnya, Quran tulis tangan asal Turki.
Quran ini disalin pada hari Kamis, Dul Hijjah 1283 H. Bertepatan Mei 1865 Masehi. Dicetak di Percetakan Haidariyah. Penyalinnya adalah Haji Muhammad. Tim tashih yaitu Hafidz Karimuddin, al-bajabi, Hafidz maula Abdullah, dan Maula Nur Muhammad. Dulu, semua Quran cetak berasal dari quran tulis tangan. Bukan hasil olahan computer seperti sekarang.
Quran ini berukuran 23 x 34 x 6 cm. Relatif besar dan lebar. Sampul berbahan kulit. 15 baris per halaman. Bukan AYAT POJOK. Rasm USMANI. Pada bagian pinggir halaman terdapat keterangan perbedaan qiraat. Khas quran India. Hiasannya berupa dedaunan lebar.
Kalau anda pernah melihat tanda waru atau huruf Ha’ terbalik atau seperti angka lima di mushaf Indonesia, maka diduga kuat tanda tersebut diadopsi dari Quran India. Tanda waru tersebut bukan asli dari Quran Indonesia.
Coba lihat-lihat lagi koleksi kitab bapak, barangkali salah satunya ternyata Quran India.. ajai, ajai, ajai.
(Penulis: Hakim Najib Syukrie, Lajnah Pentashih Al-Qur’an Kemenag RI)








