Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif

Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif

Posted on

Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif.

Persoalan syirik menjadi problem utama dalam menguatkan keimanan kita. Untuk itu, sangat tepat tema ini menjadi inspirasi saat khutbah, karena akan selalu memberi arahan hidup bagi umat Islam. Selengkapnya sebagai berikut.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ؛ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .

أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ:

اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تَقْوَاهُ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِيَةِ وَالغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَإِنَّ تَقْوَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا هِيَ خَيْرُ زَادٍ يُبلِّغُ إِلَى رِضْوَانِ اللهِ.

Ma’asyiral muslimin, jamaah jum’at rahimakumullah.

Segala piuji bagi Allah, Rabb dan sembahan sekalian alam, yang telah mencurahkan kenikmatan, rizki, dan karunia-nya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman. Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul bersatu di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yakni melaksanakan shalat Jum’at.

Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Atas jasa dan perjuangan beliau, cahaya risalah Islam ini tersampaikan kepada kita. Sebab, dengan adanya cahaya risalah islam kita terbebaskan dari kejahiliyahan. Semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini, tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya peribadi dan kepada jamaah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita, dengan senatiasa melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala laranganya. Karena iman dan takwa inilah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.

Hadirin sidang jamaah Jum’at yang berbahagia.

Islam adalah agama yang datang menegakkan tauhid, yaitu mengesakan Allah. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak dalam shalat kita.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Asyhadu alla ilaha illallahu,wa Asyhadu anna muhammadan rasulullah, yang bermakna tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Dalam kata lailaha, mengandung makna penafian (peniadaan), yaitu bahwa tidak ada sembahan selain Allah, sedangkan dalam kata illallah mengandung makna penetapan bahwa sembahan hanya untuk Allah semata. Tetapi begitu banyak umat islam yang tidak konsisten pada ketauhidan, mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata.

Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik, menyembah kepada selain Allah, baik langsung maupun tak alangsung, baik disengaja maupun tidak. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun, para normal, tukang santet, tukang ramal, mencari penglaris, meminta jodoh dan lain sebagainya. Yang lebih memperhatinkan lagi, banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahawa perbutannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam islam. Padahal semestinya tidak demikian.

Kalaupun minta doa, maka itu bagus. Karena yang dimintai sejatinya hanya Allah. Tapi kalau sudah minta kepada dukun, maka jelas sangat bahaya, karena syirik.

Ma’aasyiral muslimin, jamaah jum’at rahima kumullah,

Allah Swt. menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Di akhirat kita akan dimasukkan ke dalam surga dan di dunia kita akan diberikan anugerah nikmat. Allah Swt menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang diakibatkan oleh perbutan syirik.

Sebagaimana firman Allah SWT.

 وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya :

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana  Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia  benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Quran Surat An-Nur Ayat 55)

Ma’asiral muslimin, jamaah jum’at rahimakumullah.

Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabakan kerusakan dan bahaya yang besar, baik dalam kehidupan peribadi maupun masyarakat. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah sebagai berikut.

Baca Juga >  Khutbah Jumat Tentang Keadilan: Bersikap Adil

Pertama: Syirik menghinakan kemuliaan manusia.

Syirik menghinakan kemulliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab,Allah Swt menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Allah Swt memulliakanya, mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan untuknya apa yang ada di langit dan di bumi seluruhnya. Allah Swt telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagat raya ini.

Namun, kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. ia lalu menjadikan sebagian dari mahluk Allah sebagai tuhan dan sembahan. Ia tunduk menghinakan diri kepadanya. Ada sebagian manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah Swt untuk manusian agar hewan itu membantu meringankan pekerjaanya. Ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Allah Swt . berfirman

( 21 ) أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ (20) وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Artinya :

(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.  Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (QS An-Nahl ayat 20-21).

Kedua: Syirik adalah kebathilan.

Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik, ” barang dagangan ” dukun, tukang nujam, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Sebab, mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorang pun mengetahuinya, kecuali Allah Swt. Jadi, dengan adanya mereka, akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam Khurafat/takhayul  serta mempercayayi para pendusta (dukun). Dengan demikian, di masyarakat akan lahir generasai yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah).

Ketiga: syirik adalah kezaliman yang paling besar.

Syirik adalah perbutan zhalim terhadap hakikat yang agung, yaitu bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai tuhan dan mengambil selainya sebagai penguasa. Syirik merupakan kezhaliman dan penganiyayaan terhadap diri sendiri. Sebab, orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba mahluk yang merdeka.

Syirik juga  merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.  itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbutan syirik. Oleh karena itu, wahai hamba Allah yang beriman, marilah kita bertaubat atas segala perbutan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan jauhkan masyarakat sekitar kita, anggota keluarga kita, sanak famili kita, dari perbutan syirik. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa umat islam segera berakhir. Agar kehinaan dan kerendahan umat islam di ganti menjadi kemuliaan.

Semoga kita semua dijaga Allah SWT dari perbuatan syirik ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua: Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif.

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ

فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Demikian tentang Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif, semoga bermanfaat.

Khutbah Syirik Penyebab Kerusakan Manusia, Khutbah Jumat yang Inspiratif ini ditulis Ustadz Fatkhul Anas, da’i muda NU, alumnus Pascasarjana UIN Sunan Kalaijaga, tinggal di Kebumen.