Semangat Qurban di Tengah Pandemi, Khutbah Idul Adha 2020

Semangat Qurban di Tengah Pandemi, Khutbah Idul Adha 2020

Posted on

Semangat Qurban di Tengah Pandemi, Khutbah Idul Adha 2020.

Oleh: Kyai Ahmad Munir, Sekretaris MWC NU Playen Gunungkidul.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ ۹ x

كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ  كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَ أَصِيْلاً، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَ اللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ.

أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى اصْطَفَى إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلاً، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا، إِنَّهُ كَانَ صَدِيْقًا نَبِيًّا. أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِى لَمْ يَتَّحِذْ صَاحِبَةً وَ لاَ وَلَدًا، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أٰلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.  أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَ إِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

Hadirin, kaum muslimin-muslimat rahimakumullah.

Marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Allah Swt atas segala karunia dan nikmat agung-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa kepada Baginda Rasul Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan umatnya, insya Allah, termasuk kita semua. Aamiin.

Selanjutnya, mari kita selalu berikhtiar menjaga dan meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah Swt dengan berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Swt berfirman:

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَخْشَ ٱللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

“Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur [24]: 52)

أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Jamaah muslimin-muslimat yang dirahmati Allah,

Suasana Idul Adha kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegembiraan kita harus dibatasi dengan kewaspadaan dan sikap kehati-hatian yang ekstra. Ini tidak lain karena kita masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia dan mempengaruhi hampir semua segi kehidupan kita.

Hal yang sangat terasa adalah pelaksanaan sholat yang harus menerapkan protokol kesehatan dan ketiadaan pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke tanah suci. Tentu saja, ini sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Tetapi, musibah apapun itu semuanya atas kehendak dan izin Allah Swt. Oleh karena itu, tugas kita adalah merenungkan setiap peristiwa kehidupan ini untuk menjadi wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt seraya tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagai bagian ikhtiar keselamatan kita.

Idul Adha atau Idul Qurban sesungguhnya memiliki nilai dan semangat yang bisa kita jadikan energi untuk menghadapi musibah ini. Pertama, dari sisi sejarah, syari’at qurban merupakan napak tilas syari’at Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mengajarkan tentang nilai ketaatan yang total dan keikhlasan yang tulus. Ketika Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah Swt melalui ta’bir mimpinya untuk menyembelih puteranya, Ismail, maka dengan penuh ketundukan dan ketaatan ia menjalankan perintah itu.

Pun demikian dengan Nabi Ismail. Tatkala diberi tahu tentang kabar perintah itu dan ditanya tentang sikapnya, Nabi Ismail menjawab dengan tegas:

يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Inilah tauladan bagaimana ujian hidup harus dihadapi dengan penggabungan antara ikhtiar lahir dan batin dengan dilandasi ketundukan kepada Allah dan keikhlasan dalam menjalankan perintah-Nya.

أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Jamaah kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah,

Kedua, Idul Qurban juga mengajarkan bagaimana pelaksanaan ibadah selayaknya dilandasi rasa syukur kepada Allah Swt. Dalam al-Qur’an disebutkan:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣

“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Kautsar: 1-3).

Ayat tersebut dengan sarih menerangkan antara keterkaitan syukur dengan ibadah. Tatkala, Allah menjelaskan tentang kenikmatan yang banyak, lalu diperintahkan untuk ibadah. Ini menunjukkan bahwa selayaknya ibadah-ibadah kita dilambari dengan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang selalu dianugerahkan kepada kita. Allah Swt berfirman:

Baca Juga >  Khutbah Idul Adha 2020 Bahasa Jawa: Nata Manah Ing Mangsa Pageblug

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٨

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Dari sini kita seharusnya menjadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah sebagai wujud pengabdian dan rasa syukur kepada Allah Swt. Apapun keadaannya. Karena sesungguhnya di balik musibah pun, nikmat Allah tetaplah sangat banyak dan agung.

أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ، أَللّٰهُ أَكْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Jamaah kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah,

Ketiga, nilai kemanusiaan juga tampak dalam perintah menyembelih hewan kurban dan diperintahkan untuk membaginya kepada fakir-miskin dan sesama.

Betapa indahnya ajaran Rasulullah SAW tentang kepedulian sosial melalui pembagian daging hewan kurban. Shohibul Qurban dilarang mengambil daging hewan kurban melebihi sepertiga, ini memberikan gambaran bahwa berbagi kepada sesama merupakan hal penting yang ingin disampaikan Rasulullah memalui risalah kurban. Kebahagiaan tidak boleh dimonopoli sendiri, tetapi haruslah juga dirasakan sesamanya.

Bahkan, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa etika orang kaya (aghniya’) adalah memiliki empati dan kasih sayang kepada kaum fakir, membantunya dalam kebaikan, dan tetap menjaga keistiqomahan untuk bersyukur.

Mudah-mudahan di tengah musibah pandemi ini kita tetap mampu menjaga nilai-nilai agung Idul Qurban tentang ketaatan, keikhlasan, manifestasi syukur, dan kepedulian kepada sesama. Dan, mudah-mudahan musibah ini segera berakhir, kita semua dinaungi anugerah kesehatan, kebaikan, dan keberkahan hidup dunia dan akherat. Aamiin.

جَعَلَنَا اللّٰهُ وَ إِيَّاكُمْ مِنَ الْمُخْلِصِيْنِ السَّالِمِيْنَ الْغَانِمِيْنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَ قُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَ ارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah II Semangat Qurban di Tengah Pandemi, Khutbah Idul Adha 2020.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Demikian Semangat Qurban di Tengah Pandemi, Khutbah Idul Adha 2020, semoga bermanfaat.