adi hidayat

Sebuah DM untuk Ustadz Adi Hidayat

Posted on

Saya sangat bersyukur karena dalam pilpres kali ini para ulama tersebar, tidak hanya berkumpul di satu tempat. Baik di kubu Jokowi-Ma’ruf maupun di kubu Prabowo-Sandi sama-sama terdapat ulamanya. Artinya, siapa pun yang menang, ulama tetap memiliki peran aktif dan vital di sana.

Saya tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi seandainya ulama hanya berkumpul di satu kubu. Tapi, inilah realitas yang terjadi, kenyataan yang, menurut saya, sangat indah. Meskipun tetap harus diakui, di dua kubu tersebut juga memiliki orang-orang yang terlibat dalam kasus tambang batu bara seperti yang dikabarkan dalam film Sexy Killers.

Lepas dari itu, saya kemarin sempat melakukan Direct Message (DM) ke akun official Ustad Adi Hidayat. Ini bukan soal keberpihakan saya terhadap salah satu calon, tapi soal keterkejutan saya menyaksikan video pertemuan beliau dengan Prabowo. Video tersebut saya temukan di akun IG kajianislam_ust_adihidayat.lc.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Dua pernyataan beliau yang mengejutkan saya adalah sebagai berikut. Pertama, beliau berjanji akan menggandeng Prabowo ke surga jika Prabowo terpilih dan berhasil menjalankan amanah dengan baik. Menurut saya, ucapan Ustad Adi Hidayat ini berlebihan.

Salama ini, belum pernah ada ulama yang berjanji akan membawa orang lain ke surga. Sebab, ulama sebesar apa pun, mereka tidak tahu akan masuk surga atau tidak. Bahkan, saat ada sahabat yang ingin berkumpul dengan Nabi SAW di surga, Nabi SAW tidak bisa memberikan jaminan. Nabi SAW diam hingga turun sebuah ayat yang menyatakan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya akan diberi kenikmatan oleh Allah SWT. Artinya, tidak ada yang bisa menjamin seseorang masuk surga atau tidak. Semua itu hak prerogatif Allah SWT.

Baca Juga >  7 Cara Praktis Menjadi Santri Penulis

Kedua, Ustad Adi Hidayat menyatakan bahwa beliau akan berdoa agar siksaan Prabowo dilipatgandakan oleh Allah SWT jika Prabowo tidak amanah. Saya bergetar mendengar pernyataan ini. Ini sangat berlebihan.

Rasanya tidak layak seseorang berdoa begitu terhadap saudaranya sendiri. Jangankan ke sesama muslim, ke nonmuslim pun sangat tidak layak. Sebaiknya saling mendoakan untuk yang terbaik di dunia dan akhirat.

Saat Nabi SAW berdakwa ke kaum Thaif, mereka melempari Nabi SAW dengan batu. Malaikat sempat menawarkan diri untuk membalaskan perlakuan itu. Tapi, Nabi SAW menolak dan mendoakan kaum Thaif agar diberi hidayah, bukan mendoakan agar kaum Thaif diberi siksa.

Saya merasa, Ustad Adi Hidayat sedang khilaf. Sayangnya DM saya belum dibaca dan dibalas. Saya berharap beliau memberikan klarifikasi. Bagaimanapun beliau adalah ustad yang sangat saya dan banyak orang hormati.

Penulis: Syaiful Rahman

Surabaya, 15 April 2019