Kisah Karomah Abah Guru Sekumpul yang Dirasakan Warga Yogya.
Namanya Sigit. Usianya empat puluhan tahun. Aslinya dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam haul ke-15 Abah Guru Sekumpul, Sigit tak bisa menahan rasa rindunya untuk hadir di Sekumpul. Ini kali kedua ia datang, dengan membawa segunung rindu yang sangat. Berbekal seadanya, ia nekat berangkat sendiri untuk mengais berkah dari acara haul Abah Guru.
Sigit sebenarnya seorang pekerja. Tahun 2000 ia sudah bekerja di Banjarmasin, tapi ia sama sekali tidak mengenal Abah Guru Sekumpul. Sampai akhirnya pada tahun 2015, ketika Abah Guru Sekumpul wafat, ia kaget luar biasa. Ternyata masyarakat sangat ramai saat itu. Sigit penasaran, siapa sebenarnya yang sedang meninggal, kok sampai warga Banjar bersedih luar biasa.
Akhirnya sigit paham ketika banyak warga Banjar yang bercerita ihwal sosok Abah Guru Sekumpul. Saat itu, ia baru sadar bahwa selama ini tidak mengetahui sosok ulama’ yang sangat kharismatik itu. Tentu saja Sigit sangat kecewa, karena selama Abah Guru Sekumpul masih hidup, ia tak pernah bertemu langsung. Tapi ia tetap bersyukur, ketika Abah Guru Sekumpul wafat bisa tersadar ternyata ada seorang kekasih Allah yang bisa ia ketahui.
Saat itu, Sigit tidak langsung ziarah ke makam Abah Guru Sekumpul. Ia masih sebatas penasaran saja. Tapi kisah-kisah tentang Abah Guru Sekumpul semakin hari bertambah dan berseliweran dalam jalan hidupnya. Banyak sekali kisah-kisah itu ia dapatkan tanpa terduga. Sampai akhirnya ia kembali ke Yogya, Sigit masih belum bisa berziarah ke makam Abah Guru Sekumpul. Kesibukan bekerja membuatnya lupa akan itu semua.
Tahun 2013, Sigit nekat seorang diri berangkat menuju haul Abah Guru Sekumpul. Rasa rindunya tak bisa dibendung lagi. Betapa takjubnya, ia merasakan suasana khidmah dan khusyu’ yang luar biasa ketika mengikuti sholawatan dan berbagai wirid yang dilantunkan baik di musolla maupun di makam Abah Guru Sekumpul. Itulah pertama kali ia merasakan aura berdoa yang begitu nikmatnya.
Di samping itu, Sigit merasakan kemudahan yang tak terkira akan berbagai fasilitas yang didapatkannya ketika ziarah saat haul Abah Guru Sekumpul. Mulai dari Bandara sampai makam, begitu juga dari makam menuju bandara, ia mendapatkan sarana fasilitas yang sangat mudah. Apalagi soal makan, ia sangat mudah menemukan gembiranya warga Banjar memberikan pelayanan kepada para tamu Abah Guru Sekumpul.
Tahun 2020 ini, untuk yang kedua kalinya, Sigit juga berangkat haul ke-15 Abah Guru Sekumpul. Ia berangkat sendiri, tetapi ketika sudah di Bandara Yogya, ia menemukan sesama peziarah yang akan menuju makam Abah Guru Sekumpul. Ia kaget, ternyata begitu mudah dipertemukan dengan sesama peziarah makam Abah Guru Sekumpul.
Sesampai di Banjar, Sigit makin merasakan betul karomah Abah Guru Sekumpul. Semua fasilitas dan kemudahan ia dapatkan dengan sangat mudah, seolah semua datang tanpa ada yang sulit. Jum’at 28 Februari 2020, ia sudah berada di makam Abah Guru Sekumpul. Ia bergetar merasakan nikmatnya berdekatan dengan Abah Guru Sekumpul. Ketika ikut serta dalam pembaca sholawat bersama putra mahkota Sekumpul, ia makin tak karuan dalam hatinya. Semua perasaan tumpah. Ia merasa sangat kecil. Betapa karunia Allah sangat luar biasa melalui kekasihnya bernama Abah Guru Sekumpul.
Bersama jutaan manusia yang hadir saat itu, Sigit merasakan betul karomah Abah Guru Sekumpul. Sudah tidak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan, karena karomah itu sangat nyata dan ia rasakan. Ia sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya bisa menikmati ziarah di makam Abah Guru Sekumpul.
Dalam hatinya, Sigit akan sekuat tenaga meluangkan waktu untuk bisa hadir setiap Abah Guru Sekumpul. Ia berharap Allah selalu memberikannya kesehatan dan bekal untuk bisa sowan setiap kali acara haul Abah Guru Sekumpul. (Yayan/Bangkitmedia.com)
______________
Semoga artikel Kisah Karomah Abah Guru Sekumpul yang Dirasakan Warga Yogya ini memberikan manfaat dan keberkahan untuk kita semua, amiin..
simak artikel terkait di sini








