
Oleh Arief Fauzi Marzuki
Anas bin Malik ra.. meriwayatkan sebuah hadis. Ketika Rasulullah Muhammad SAW., sedang duduk, tiba-tiba kami melihat beliau tersenyum sehingga gigi seri beliau terlihat. Lantas, Umar bin Khatthab bertanya kepada beliau,
“Wahai Rasulullah, apakah gerangan yang membuat engkau tersenyum?” Rasul menjawab,
“Aku melihat dua orang laki-laki dari kalangan umatku yang bersujud di hadirat Allah Yang Mahatinggi. Salah seorang di antara mereka berkata,
“’Ya Allah, ambilkanlah hakku yang telah dirampas oleh saudaraku ini!” Allah Ta’ala berfirman:
“Berikanlah hak saudaramu yang telah kau rampas.” Orang itu menjawab,
“Wahai Tuhanku, tidak ada lagi amal baikku yang masih tersisa.” Kemudian Allah SWT., bertanya kepada orang yang dizalimi, Apa yang harus Aku lakukan kepada saudaramu ini? Sebab, amal kebaikannya sudah habis. Dia menjawab,
“Wahai Tuhan, biarlah dia memikulkan sebagian dari beban dosaku.” Kemudian, Rasulullah menangis seraya bersabda,
“Sesungguhnya, itu adalah hari yang sangat dahsyat, yaitu ketika manusia membutuhkan orang lain untuk memikulkan beban dosa-dosa mereka!” Beliau pun melanjutkan riwayatnya,
“Setelah orang yang dizalimi itu menginginkan agar si perampas memikul sebagian dosanya, Allah menyuruh dia untuk mengangkat kepalanya untuk melihat surga.” Orang itu berkata,
“Ya Tuhanku, aku lihat sebuah kota terbuat dari perak dan istana-istana emas yang bertahtakan permata. Untuk Nabi yang manakah semua itu atau wali dan syuhada yang mana? Allah Ta’ala menjawab:
“Semua itu akan menjadi milik siapa saja yang bisa membayar harganya kepada-Ku. Orang itu bertanya, “Siapa yang bisa membayar itu?” Allah SWT, menjawab:
“Engkau pun bisa.”! Orang itu pun berkata:
“Bagaimana, wahai Tuhanku? Saya tidak memiliki apa-apa. Apa yang bisa saya lakukan agar dapat membayar surga itu? Allah SWT., berfirman:
“Maafmu kepada saudaramu, dengan membatalkan tuntutanmu atas apa yang telah diambilnya darimu.”
Orang itu pun berkata, “Aku tidak lagi menuntut hakku”.
Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang lalu berfirman, “Peganglah tangan saudaramu itu dan gandenglah dia ke surga.”Kemudian, Rasulullah SAW., bersabda: Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai dan memaafkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin”._
“Bertakwalah kepada Allah dan takutlah untuk saling menyakiti satu sama lain dan damaikanlah di antara kalian semua, sebab Allah SWT., mendamaikan persoalan kaum muslimin.”
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
Demikian Gambaran kasih sayang dan keadilan-Nya Allah SWT., kepada kita sebagai hambaNya, yang selalu tercurah sejak di dunia sampai akhirat kelak. Juga Pelajaran yang sangat berharga bagi kita yang ada di dunia ini, untuk mendamaikan pihak-pihak yang sedang berkonflik dengan adil dan tidak menimbulkan dendam di antara keduanya. Wallahua’lam.(*)
Arief Fauzi Marzuki, Penyuluh Agama Islam KUA Piyungan, Kemenag Bantul, DIY.








