
Oleh Arif Fauzi Marzuki
Marhaban Ya Ramadan, bulan suci telah tiba, mari kita sucikan jiwa dan hati dengan amaliyah yang mulia dan agung, sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw;
Bahwa ada amaliyah yang bisa membuat kita Istimewa di akhirat kelak di depan pengadilan Agung Allah swt. Dan amaliyah tersebut dicitai oleh Allah SWT.
Pertama, memaafkan kesalahan orang dholim kepada kita. Inilah salah satu amal istimewa yang pahalanya tidak terbatas. Berlapang dada dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah berfirman:
وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثۡلُهَاۚ فَمَنۡ عَفَا وَاَصۡلَحَ فَاَجۡرُهٗ عَلَى اللّٰهِؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيۡنَ
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura Ayat 40).
Kedua, adalah orang yang sabar. Orang yang bersabar akan disempurnakan pahalanya sebagaimana firman Allah berikut:
قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar Ayat 10).
Ketiga, amaliyah yang istimewa di sisi Allah adalah berpuasa. Dalam Hadits Qudsi, Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah:
كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به
“Semua amal anak Adam diperuntukkan kepadanya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Untuk diketahui, pada hari kebangkitan nanti ada penyeru yang memanggil: “Mana orang-orang yang pahalanya atas (tanggungan) Allah?”
Maka menghadaplah orang-orang yang sabar, orang yang berpuasa dan orang-orang yang lapang hati suka memberi maaf kepada orang lain.
***
Keitimewaan Ramadan juga diceritakan dalam sebuah Riwayat;
Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, diceritakan bahwa ada dua orang sahabat yang sangat akrab dan dekat. Keduanya sama-sama ikut berjuang di jalan Allah.
Namun salah satunya lebih dahulu syahid dalam medan jihad. Sementara yang satu lagi baru wafat setahun kemudian. Rupanya salah seorang sahabat Nabi yang bernama Thalhah bin Ubaidillah, melihat di dalam mimpinya bahwa yang wafat kedua lebih dimuliakan oleh Allah Ta’ala dari pada orang yang syahid pertama. Bahkan dia didahulukan masuk surga dari temannya yang lebih dahulu mati syahid tersebut.
Thalhah bin Ubaidilah sangat heran dengan mimpinya itu. Sehingga ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam kenapa hal itu terjadi. Rasulullah menjawab:
“Bukankah dia masih hidup satu tahun setelahnya (kawannya syahid)?” Para sahabat menjawab, “Benar.” Rasullullah ya. Rasulullah bertanya lagi, “Bukankah dia berjumpa lagi dengan Ramadhan dan berpuasa? Dan juga dia shalat sekian banyak shalat dan sujud dalam setahun?” Mereka menjawab, “Benar.” Rasulullah Shalallahu alahi Wassalam berkata, “Maka jarak (kemuliaan) antara mereka berdua melebihi jarak antara langit dan bumi.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).
Inilah istimewanya Ramadan, jangan sampai ia berlalu begitu saja. Lelah yang terbaik karena lillahi di bulan yang suci ini. Semoga Allah mermberikan taufik dan hiayah-Nya kepada kita semua. Amin..(*)
Arief Fauzi Marzuki, Penyuluh Agama Islam KUA Piyungan, Bantul.








