Hubungan DPW PKB dan PWNU DIY Perlu Dirumuskan

Ketua PWNU DIY Dr KHA Zuhdi Muhdlor SH MHum menyampaikan sambutan.

Bangkitmedia.com, YOGYA – Jajaran pengurus DPW PKB DIY yang dipimpin ketuanya, Umaruddin Masdar, melakukan silaturahmi dengan jajaran PWNU DIY, Rabu (`8/02/2028). Rombongan diterima Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki dan Ketua Tanfidziyah Dr KHA Zuhdi Muhdlor SH MHum beserta jajaran pengurus.

Ketua PWNU DIY, Dr KHA Zuhdi Muhdlor ketika memberi sambutan mengucapkan selamat atas terpilih Umaruddin Masdar sebagai Ketua DPW PKB DIY dan para pengurus lainnya. Harapannya, semoga PKB DIY semakin besar dan semakin berjaya.

Disampaikan juga tepat kalau PKB bersinergi dengan NU. Hanya saja perlu dibuat format hubungan yang lebih baik. Sebab visi PWNU untuk mensosialisasikan Aswaja perlu kerja bareng seluruh komponen, yang ada dalam kepengurusan NU maupun PKB. Diakui, selama ini masing-masing sudah kerja, namun belum bersama-sama. “Ibaratanya kita ini sudah sama berjalan ke arah barat, tetapi tidak dalam rel yang sama. Karena relnya berbeda, maka tidak ketemu. Kalau dalam rel yang sama kan bisa ketemu, kemudian ngopi bareng,” jelasnya.

Karena itu hubungan NU dengan PKB harus ditata sebaik-baiknya. Apalagi permasalahan ke depan kian kompleks. Jadi perlu ditingkatkan hubungan antarinstitutional. Untuk itu hubungan sebagai institusional perlu dirumuskan bersama.

Sedang Umaruddin Masdar dalam sambutanya menjelaskan kunjungannya ini dalam ranga meminta dukungan PWNU supaya kepengurusan DPW PKB solid, bisa memenuhi amanah Musywil, dan PKB bisa lebih baik dalam melayani masyarakat, khususnya warga NU. “Mohon restu PKB kompak berkhidmat untuk umat,” kata Umar.

“NU itu rumah bersama. Selama ini hubungan personal sudah baik, tetapi secara kelembagaan perlu ditata. Selanjutnya PKB dan NU terus bersinergi untuk mengawal berbagai program kerja,” tambahnya.

Ketua Dewan Syuro DPW PKB DIY, Nyai Ida Fatimah Zainal Abidin juga menekankan perlunya penataan lagi sinergitas NU dan PKB. Para pengurus PKB dan PWNU harus akrab. “NU itu rumah besar, sudah semestinya PWNU mendengarkan kader NU, baik yang berada di PKB maupun partai-partai lain. Mereka perlu dikumpulkan semuanya. Ibaratnya NU itu sesepuhnya, jadi bisa melakukan evaluasi dan atau meluruskan kader-kader NU yang ada di fraksi-fraksi DPRD,” katanya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *