jokowi

Saya Bangga, Pak Jokowi Tulus Gaungkan “Siapa Kita”

Posted on

Bahagia itu sederhana, seperti bisa hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan bersama para Kyai, Habaib, dan seratus ribu lebih sahabat-sahabat Banser – Ansor di Alun-Alun Kajen, Pekalongan…

Bangga itu sederhana, seperti mendengarkan pidato yang istimewa dan keluar dari hati, yang kuyakin akan juga masuk ke hati siapa pun yang hadir, oleh Ketum PP GP Ansor, Gus Yaqut Cholil Qoumas, yang memulainya dengan membaca Sholawat Asyghil terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan penyampaian pesan yang penuh makna kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan juga salah satu bendera Merah Putih yang dikibarkan selama # KirabSatuNegeri2018¬†dari titik-titik terluar di Republik ini, Miangas, Nunukan, Pulau Rote, Sabang dan Merauke – dengan pesan yang kalau dibaca lugas seperti ini “Pak, urusan menjaga marwah dan simbol NKRI ini, termasuk bendera Merah Putih, bukan cuma urusan Banser, tapi seluruh elemen negeri, wabil khusus Negara dengan seluruh aparaturnya di mana njenengan saat ini masih jadi Presiden dan Kepala Pemerintahan Republik ini.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Baca Juga >  Merenung dalam Sendu: Ketika Kiai Husein Mentalqin Kiai Mukhlas Gedongan

Kami titipkan lah, menjaga agar bendera Merah Putih ini terus berkibar di seluruh penjuru negeri kepada njenengan, agar tidak lagi diturunkan dan kemudian diganti dengan bendera lain…”

jokowi

Aku membaca tanda pesan-pesan ini masuk ke sanubari Paklik Joko, setidaknya terlihat bagaimana sikap hormat beliau saat menerima Merah Putih dari Ketum dan juga saat menyampaikan pidato lengkap dengan yel-yel khas Banser, yaitu:

Siapa kita? Banser NU!
NKRI? Harga mati!
Pancasila? Jaya!
Aswaja? Akidah kita!
Nusantara? Milik kita!

Aku terus terang sangat bangga, hadir malam ini, menyaksikan sendiri bagaimana Ketum Ansor sekaligus Panglima Tertinggi Banser lah, yang berada di tengah-tengah lebih dari seratus ribu massa Banser-Ansor, sebagai sahabat dekat dan pemimpin kita, dan bukan sekedar politisi yang menganggap organisasi kepemudaan yang lebih tua dibanding Republik dan terus maju ini sekedar buntelan suara…

Untuk hal itu, kusampaikan hormatku setingginya untuk njenengan Tum…

(Dr Mahmud Syaltout, Wasekjend PP GP Ansor)