kiai nawawi

Amaliyah Harian Simbah KH Nawawi Abdul Aziz Ngrukem

Posted on

Ibadah harian Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz dalam kehidupan sehari-hari, dapat dibilang melaksanakan ibadah yang sederhana, kehidupannya sederhana, pokoknya serba sederhana tapi ISTIQOMAH/terus-menerus. Termasuk mulang/mengajar apalagi Jama’ah, keistiqomahan Beliau sulit ditandingi.

Keistiqomahan dalam berjama’ah sampai detik-detik gerahepun (sakit) Beliau tetap jama’ah walaupun di papah dan di dampingi oleh santri ndalem, sebab secara fisik begitu sulit tapi keinginan berjama’ah masih sangat tinggi, rasanya ada sesuatu yang kurang kalau tidak berjama’ah.

Amaliyah Ba’da Shalat Maghrib

Setelah berjama’ah maghri, dzikr ba’da shalat kemudian diteruskan dengan Shalat Awwabien 4 Raka’at 2 Salam (beliau mengatakan kalau bisa Shalat Awwabien ini dilestarikan/selalu dilaksanakan, walaupun bukan seorang yang ahli taubat, melalui Shalat Awwabien ini, semoga Allah SWT dapat mencatat sebagai golongan orang-orang yang ahli taubat). Sesudah Shalat Awwabien Beliau membaca Sayyidul Istighfar (Lihat Gambar)

Amaliyah Ba’da Shalat Isya’

Ba’da Shalat Isya’ Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz selalu melakukan Shalat Witir, sekaligus mengajarkan para santri untuk mengikuti jejak Beliau, (terkadang ada santri yang ikut/makmum Shalat Witir bersama Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz). Shalat Witirnya Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz itu di Awal/Bakda Shalat Sunnah Isya’ kemudian diteruskan Shalat Witir 3 Raka’at sebagai bentuk kehati-hatian Beliau untuk selalu menjaga Shalat Witir atau jangan sampai ketinggalan Shalat Witir. Pada 1/3 malam Beliau juga Qiyamul Lail dan Shalat Tahajjud tapi sudah tidak Shalat Witir lagi, sebab sudah dikerjakan setelah Shalat Isya’. Terkait Shalat Witir di awal ini Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz mengikuti thariqohnya Sayyidina Abu Bakar yang melaksanakan Shalat Witir di awal, sebab kehati-hatiannya Sayyidina Abu Bakar.

Amaliyah Ba’da Shalat Sunnah Subuh

Ba’da Shalat Sunnah Subuh Beliau membaca “Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa Anta” 40 Kali. Kemungkinan besar Ijazah Amaliyah ini mendapat sewaktu Mondok di Kudus, karena di Masjid Menara Kudus Amaliyah ini masih di amalkan sampai saat ini, setelah membaca wirid-wiridan tersebut kemudian berdo’a;

Baca Juga >  Prediksi Malam Lailatul Qadar Menurut Imam Ghazali

اللهم إنّك تعلم سري وعلانيي فاقبل معذرتي وتعلم حاجتي فأعطني سؤلي وتعلم ما فى نفسي فاغفرلي ذنوبي . اللهم إيمانا يباشر قلبي ويقينا صاديقا حتى أعلم أنه لا يصيبني الا ما كنت لي رضا منك بما قسمت لي انت ولي فى الدنيا والأخرة توفني مسلما وألحقني بالصلحين.

tambahkan Dhomir “Na” kalau bersama-sama.

Apabila sebagian Amailyah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz tersebut dapat diamalkan para Alumni, Insya Allah dapat menjadi penghubung dan terhubung antara para Alumni dan Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz (Guru-Murid).
Sebuah Kisah seorang Ulama yang memiliki hoby Shalat, ketika akan ajal tiba sangat susah sekali, tetapi susahnya bukan karena hisab dan lain sebagainya. Tapi kesusahan tersebut khawatir kalau sudah meninggal dunia tidak bisa shalat. Akhirnya ulama tersebut berdo’a: Ya Allah mugi-mugi menawi wonten sangking umat jennengan, kok teng alam kubur taseh saget di paringi saget shalat, mbok kulo geh di golongaken dateng kawula ingkang saget shalat teng alam kubur. Cerita ini ada kolerasinya dengan kisah Simbah KH. Nawawi Abdul Aziz, selain senang shalat juga hoby mulang, sehingga kesenangan tersebut sampai ke alam kubur masih mulang.

Selasa, 20 November 2018

Disampaikan oleh KH. Muslim Nawawi (Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul DIY)

*Tulisan ini dirangkum oleh Adin, alumni Pesantren An-Nur Ngrukem, penulis domisili di Banguntapan Bantul.