felix

Saran untuk Felix Siauw, Berhentilah Menyesatkan Umat Islam!

Posted on

Kewajiban menuntut ilmu disebutkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, di berbagai banyak haditsnya, salah satu hadits yang masyhur adalah (طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة).

Nah kewajiban menuntut ilmu di sini tentunya kepada orang yang betul-betul menguasai dan memahami tentang ilmu itu sendiri, sesuai bidang dan maqomnya. Untuk menunut ilmu Alam/Duniawi tentu belajar kepada guru di Sekolah SD, SMP sampai di Kampus.

Adapun untuk menuntut ilmu tentang agama/Syari’at tentu harus belajar kepada seorang guru di Madrasah, Surau dan Pondok Pesantren dll yang betul-betul Sanad keilmuannya muttasil dan jelas.

Karena sanad yang muttasil adalah salah satu syarat utama bagi para penuntut ilmu untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Sebagaimana Imam Syafi’i Rohimahulloh mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

Al-Hafidh Imam Attsauri Rohimahumullah juga mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy, (makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) mengatakan : “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203.

Oleh karena itu, jika kalian mendapati sesorang yang merasa paling paham tentang Islam, namun tidak jelas siapa gurunya dan tidak jelas dimana dia belajar seperti Felix Siauw, maka WAJIB bagi kalian untuk mengingkarinya dan menjauhinya.

Karena orang yang tidak jelas siapa gurunya maka gurunya adalah syaitan dan orang yang demikian HARAM baginya untuk mengeluarkan fatwa atau menyampaikan ilmu yang ia sendiri tidak memahaminya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An-Nahl (16): 116)

Baca Juga >  Banser Sebagai Garda Depan Kewarasan Islam Moderat di Indonesia

Imam Malik ra berkata:

“Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan (riwayat) pendidikannya (sanad ilmu)”

Banyak yang mengatakan, kenapa kamu sewot, kenapa kamu membuka aib sesama muslim, kenapa kamu nyinyir kepada saudaranya sendiri.

Begini Bro, kami sebagai sesama umat Islam, justru mempunyai kewajiban untuk meluruskan pemahaman keliru yang selama ini disampaikannya, pemahaman sesat yang selama ini diyakininya, seperti dia menyebut Nabi Menulis dll.

Sebagaimana Baginda Nabi Muhammad SAW menyatakan di dalam Haditsnya :

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Akan keluar suatu kaum akhir jaman, orang-orang muda yang pemahamannya sering salah paham. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah” (maksudnya: suka berdalil dengan Al Qur’an dan Hadits). Iman mereka tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu perangilah mereka (luruskan pemahaman mereka).” (Hadits Sahih riwayat Imam Bukhari 3342).

Nah maksud dari “Orang-orang muda” ini adalah kalimat majaz yang maknanya adalah orang-orang yang kurang berpengalaman atau kurang berkompetensi dalam berijtihad dan beristinbat atau bukan ahli istidlal, seperti si Felix yang baru masuk Islam dan sudah barang tentu pengalaman ia tentang Islam masih sangat minim.

Jadi saran kami kepada Felix Siauw, sebaiknya anda berhenti menyampaikan tentang agama yang anda sendiri masih perlu banyak belajar dan perlu mencari guru yang sanad keilmuannya muttasil, agar apa yang anda sampaikan tidak menyesatkan umat Islam.

Penulis: Zain As-Syuja’i, Wakil Sekretaris Rijalul Ansor Jakarta Barat.