bakri syahid

Bakri Syahid, Tokoh Muhammadiyah-Ahli Tafsir Ini Jelaskan Qunut dalam Subuh

Posted on

Selamat Milad ke 106 Muhammadiyah.

Al-Huda merupakan salah satu tafsir Alquran yang ditulis oleh Bakri Syahid, cendekiawan Muhammadiyah dan sekaligus aktif di dunia militer. Ditulis dengan aksara Latin dan bahasa Jawa. Terbit tahun 1979.

Di lembar belakang, tafsir ini dilengkapi pedoman salat. Di situ dijelaskan, pemakaian Qunut dalam salat Subuh. Citra rasa budaya Jawa sangat terasa dalam tafsir ini. Pun juga konteks politik, kebangsaan dan keindonesiaan.

Misalnya, Bakri mengatakan bahwa Indonesia ini bukan negara agama, juga bukan negara ateis maupun negara kapitalis. Yang tepat, katanya, negara sosialis-religius yang didasarkan pada Pancasila.

Pernyataan ini sungguh keren, apalagi dikemukakan pada tahun 1979, ketika UU tentang asas tunggal Pancasila belum lahir.

Selamat. Muhammadiyah selalu menginspirasi para pewaris negeri untuk merawat kemajemukan tanpa saling menegasikan liyan.

(Penulis: Islah Gusmian, Dosen IAIN Surakarta)

Baca Juga >  Kenapa Ustadz Tanpa Ilmu Bisa Dapat Panggung Umat?