Rekam Jejak Perjuangan Pahlawan Nasional dari NU, Kiai Wahab Chasbullah (Bag. 1)

Posted on

Hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 bulan November merupakan hari yang sangat berarti bagi seluruh bangsa Indonesia. Pada hari tersebut, perlu bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa-jasa para pahlwan yang telah berjuang untuk memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai.

Salah satu diantara pahlwan-pahlawan nasional Indonesia yang peru kita kenang dan teladani perjuangannya dalah Kiai Wahab Chasbullah. Kiai yang mempunyai nama lengkap Abdul Wahab Chasbullah itu merupakan seorang Pendiri NU (nahdlatul ulama). Beliau wafat pada tanggal 29 Desember 1971 dan di berikan gelar pahlawan pada tanggal 8 November 2014.

Ketika Jepang berkuasa dan menjajah ibu pertiwi, Jepang tidak hanya menghancurkan bangunan-bangunan saja, akan tetapi Jepang juga menghancurkan struktur politik, ekonomi dan sosial yang sebelumnya telah di bina oleh Pemerintahan Hindia Belanda. Didalam suasana yang sebelumnya telah di bina oleh Pemerintahan Hindia Belanda. Didalam suasana kekacauan yang merata di semua lapisan masyarakat, Kiai Hasyim Asy’ari di tangkap oleh jepang dengan alasan yang tidak jelas.

Kejadian penangkapan Rais Akbar NU tersebut tentunya memunculkan kegoncangan bagi warga Indonesia dan NU itu sendiri. Tak lama kemudian, Kiai Mahfudz Siddiq yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah HBNO (Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama) yang kini PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di tangkap juga oleh jepang dengan tuduhan melakukan gerakan anti jepang. Kemudian di susul dengan penangkapan ulama-ulama tokoh NU di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Baca Juga >  KH Ali Maksum: Anak-anak ku lan Santriku Ora Keno Dendam lan Ora Keno Anyel

Pada kondisi demikian, Kiai Wahab yang didampingi oleh Kiai Wahid hasyim tampil untuk mengatasi kejaduan tersebut. Kiai Wahab memusatkan seluruh kesanggupan lahir batinnya untuk membebaskan Kiai Hasyim Asy’ari dan kiai-kiai yang lainnya.

Dikunjunginya berulangkali Saikoo Sikikan (Panglima Tertinggi Bala Tentara Jepang di Jawa), Guiseikan (Kepala Pemerintahan Militer Jepang di Jakarta), Shuutyokan (Residen Jepang di Surabaya) dan pembesar jepang yang lainnya untuk memperjuangkan pembebasan Kiai Hasyim Asy’ari. Selama hampir lima bulan, beliau menghabiskan waktunya untuk pembebasan Kiai Hasyim Asy’ari dan sesudah melalui perjalanan perjuangan yang berat dan penuh resiko tersebut, akhirnya Kiai Hasyim Asy’ari dapat bebas dari tahannya.

Kisah perjuangan Kiai Wahab berlajut untuk membebaskan 12 orang tokoh ulama NU yang terkenal sebagai tulang punggung NU di Jawa Tengah. Beliau pun mondar-mandir pergi ke Wonosobo dengan tujuan untuk membebaskan ke 12 tokoh tersebut melalui pengadilan Jepang. Selama hampir empat bulan, pekerjaan yang meletihkan itu harus beliau hadapi dengan ketabahan dan akhirnya berhasil membebaskan ke 12 tokoh NU tersebut. Tetapi Beliau masih harus memperjuangkan pembebasan ulama-ulama yang ditahan oleh Jepang di daerah Lainnya.

*) oleh : Amang Azis (Muhammad Azis), santri Pondok Pesantren Salafiyah Al-Muhsin, Depok, Sleman, Yogyakarta.