Gus Mus: Waspada Munculnya Ulama’ Jadi-jadian!

Posted on

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 20 November 2018, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nur Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul menyelenggarakan wisuda khotmil Qur’an dan Yanbu’a untuk anak-anak TPQ An-Nur.

Acara ini juga sekaligus untuk memperingati haul KH. Nawawi Abdul Aziz ke-4 dan Haul Nyai Hj. Walidah Munawwir ke-7 yang berlokasi di halaman Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nur Ngrukem. Selasa (20/11) malam.

Dalamkesempatan tersebut KH. Musthofa Bisri juga hadir untuk mengisi mau’idloh hasanah. Beliau menyampaikan kepada hadirin tentang bagaimana mencari contoh untuk kehidupan dunia yang kini semakin miris. Saat ini sangat susah apabila mencari contoh maupun teladan yang mampu kita tiru.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Saat ini banyak Hal munculnya para ulama’ jadi-jadian. Cukup bermodalkan hafal 2 atau 3 hadits, tambah ayat al-Qur’an, lalu punya sorban, tiba-tiba jadi ulama’.” tegas Gus Mus.

Menurut Gus Mus, kini banyak ulama yang memang sudah melalang buana kemana-mana, menegakkaan kalimat Allah, menyerukan kebajikan, menyuruh kepada yang amar ma’ruf dan nahi mungkar, namun dirinya sendiri belum bisa mencontohkan maupun menjadi tauladan bagi setiap umatnya.

“Karena sekarang ulama-ulama yang memang benar-benar mengabdikan ilmunya tanpa embel-embel imbalan apapun sudah semakin berkurang jumlahnya,” lanjutnya.

“Cara Allah mengambil ilmu dari muka bumi yaitu dengan mengambil nyawa satu persatu ulama’-ulama kita,” tutur Gus Mus.

Baca Juga >  Ngaji Kitab Safinah : Sebab – Sebab Tayamum

Beliau juga menambahkan jika memang kita ingin mencari contoh yang benar-benar bisa diteladani setiap tutur katanya, sikap, dan perilakunya tanpa ragu maka contohlah Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah manusia paling mulia yang dari segi manapun Allah lindungi beliau dari sifat-sifat maupun perbuatan yang tidak baik.

“Jika kalian ingin cari contoh bagaimana cara memuliakan suami atau istri lihat kanjeng Nabi, jika ingin tahu tentang ilmu apapun itu, ya sudah lihat aja kanjeng Nabi, karena beliau inilah Sang Al-Qur’an yang berjalan,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Maka dari itu beliau meganjurkan kepada kita umat Islam agar setiap hari terlebih pada moment maulid ini agar lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas sholawat kita kepada Nabi Muhammad SAW. Manusia paling mulia yang kelak InsyaAllah akan memberikan syafa’atnya kepada kita umatnya. Aamiin. (Nisa’)