Puasa yang Diharamkan dan Puasa di Hari Keraguan (Syak)

Puasa yang Diharamkan dan Puasa di Hari Keraguan (Syak)

Puasa yang Diharamkan dan Puasa di Hari Keraguan (Syak)

Hukum puasa yang ke empat dari hukum-hukum puasa adalah haram, dan hukum ini terbagi menjadi dua bagian.

• 1. Berhukum haram namun puasanya dianggap sah, adalah puasanya seorang isteri tanpa idzin dari suaminya.

• 2. Berhukum haram dan dianggap tidak sah puasanya, terdapat pada lima contoh:

1. Puasa di hari raya idul fitri, adalah hari pertama di bulan syawal.

2. Puasa di hari raya idul adha, adalah hari kesepuluh dibulan dzul hijjah.

3. Puasa di hari-hari tasyriq, adalah hari pada tgl 11, 12, 13 di bulan dzul hijjah.

Maka haram berpuasa dihari tersebut, walaupun terhadap orang yang melaksanakan haji tamattu’ yang tidak menemukan hewan sembelihan kurban (Al-hadyu), menurut pendapat yang muktamad, akan tetapi Imam Nawawi memilih pendapat membolehkan bagi orang yang tidak menemukan Al-hadyu atau tidak menemukan untuk membayar kaffarah.

4. Puasa separuh terakhir dibulan sya’ban, yaitu pada tgl 16, 17, 18 sampai akhir bulan sya’ban.

5. Puasa di hari syak (hari ragu) yaitu hari tgl 30 dibulan sya’ban jika ada orang berkata bahwa ia telah melihat bulan, namun muncul keraguan terhadap apa yang telah di katakan nya itu, atau kesaksian orang yang tidak diterima persaksian nya, seperti satu orang perempuan atau anak kecil.

Permasalahan :

Kapan boleh berpuasa di hari-hari syak (hari ragu) atau di separuh akhir di bulan sya’ban?

Boleh berpuasa pada hari-hari tersebut pada tiga keadaan.

1. Jika puasa tersebut adalah puasa wajib, seperti puasa qadha’ atau puasa membayar kaffarah atau nazar.

2. Jika puasa tersebut adalah puasa sunnah yang menjadi kebiasaan nya, seperti puasa hari isnin dan khamis, dan cukup dianggap sebagai kebiasaan jika sudah pernah dilakukannya walau hanya satu kali.

3. Jika puasa separuh terakhir sya’ban tersebut disambung dengan puasa sebelumnya, seperti ia berpuasa pada tanggal 15, maka boleh meneruskan puasanya pada hari berikutnya yaitu pada hari tanggal 16 dan seterusnya tanggal 17 sampai pada ujung bulan. Dan apabila puasanya terputus satu hari maka haram melanjutkan puasanya di sisa-sisa hari di bulan tersebut.“`

Sumber: KitabAt-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah karya As-Sayyid Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff.

Semoga Bermanfa’at. Amiinn Yaa Robbal ‘Alamin.ulasan erkait Puasa yang Diharamkan dan Puasa di Hari Keraguan (Syak). khusu t

Demikian

Pengaasuh Ngaji: KH Damanhuri, Rais Syuriah PCNU Bantul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *