Kiai Chamid Chasbullah Jadi Imam Shalat Jenazah Kiai Hasyim Asy’ari.
Hadlaratussyaikh KH. Hasyim Asyari wafat pada hari Jumat, 7 Ramadan 1366 H, atau 25 Juli 1947 tepat pada pukul 03:45. Beliau wafat dalam usia 76 tahun.
Adapun KH. Hamid Chasbullah wafat pada hari Kamis 8 Ramadan 1375 H, atau 18 April 1956 pukul 06:50.
Lalu apa hubungannya? KH. Hamid Chasbullah yang merupakan adik KH. Wahab Chasbullah ini pernah diberi mandat oleh KH. Wahab Chasbullah untuk menjadi imam saat sholat jenazah KH. Hasyim Asy’ari.
Alkisah, berita wafatnya KH. Hasyim Asy’ari mengagetkan masyarakat, karena tidak pernah mendengar sakitnya. Sehingga memunculkan reaksi yang beragam, mulai dari tidak percaya, hingga marah dan menganggap itu isu yang dihembuskan oleh mata-mata musuh. Namun akhirnya mereka mempercayainya setelah bertakziah.
Selanjutnya berdatangan para tamu dari berbagai pelosok, mulai dari kiai, tokoh politik, dan lain-lain untuk bertakziah. Pada siang harinya datang dua putra beliau ke Tebuireng dan mendapati jenazah beliau sudah dikafani, siap untuk disholatkan.
Ada riwayat dari KH Irfan bin KHM. Sholeh bin KH. Abdul Hamid Chasbullah sewaktu hendak menyolatkan jenazah KH. Hasyim Asy’ari inilah muncul sedikit kesulitan mencari imam. Tentu alasannya bukan tidak ada kiai yang takziah. Karena memang banyak sekali kiai yang takziah. Namun masalahnya adalah semua kiai sama enggan, sungkan, dan tidak berani menjadi imam di hadapan kiai besar dan Rais Akbar NU. Belum lagi yang menjadi makmun nantinya adalah banyak kiai besar.
Dalam kondisi demikian, Kiai Wahab Chasbullah mengumumkan bahwa yang akan menjadi imam adalah Kiai Hamid Chasbullah. Setelah itu para pentakziah yang sangat banyak mengambil shof untuk menjadi makmum dengan imam Kiai Hamid Chasbullah.
Selesai disholati, jenazah dibawa ke pemakaman. Sesudah selesai menimbun pusara, KH. Wahab Chasbullah menyampaikan pidato selaku famili almarhum.
Demikian kisah Kiai Chamid Chasbullah Jadi Imam Shalat Jenazah Kiai Hasyim Asy’ari.
Kagem Hadlaratussyaikh KH. Hasyim, KH. Hamid dan para wali serta kiai yang sudah sumare….lahumul fatihah..
Sumber dari buku Tambakberas dan buku Akarhanaf.
****
Foto asli dari KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Hamid Chasbullah.
Penulis: Dr KH Ainur Rofiq Al Amin, Tambakberas Jombang.
Artikel terkait baca di sini
Tonton juga berbagai video unik dan menarik. Tonton di sini






