Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan: Tolak NKRI Bersyariah

Tolak NKRI Bersyariah

Keluarga Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Ijtima Ulama IV pada 5 Agustus 2019, di Hotel Lorin Sentul, Babakan Madang Kabupaten Bogor Jawa Barat. Acara berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah keputusan namun, tidak semua hasil ijtima ulama bisa diterima umat dan warga negara dan Indonesia pada umumnya. Beberapa hal yang menonjol dan kami tolak antara lain soal konsep NKRI Bersyariah dan pelembagaan Ijtima Ulama. Sebagai hasil dari pemikiran tentu saja sah, tidak ada persoalan tetapi tidak boleh diwujudkan dalam kehidupan bernegara di Indonesia.

Sebagai bagian kecil dari warga bangsa dan negara dengan NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal IKa dan UUD 1945, Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan menegaskan tidak ada ruang bagi NKRI Bersyariah. Secara sederhana, arus utama umat Islam dalam beberapa ormas di nusantara seperti diwakili oleh Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah tidak mengenal konsep “NKRI Bersyariah“. Berdasarkan Muhtamar PBNU ke-11 pada tahun 1936 di Banjarmasin, Indonesia tanpa tambahan Bersyariah diputuskan sebagai “Daarus Salaam/Negara Damai”. Sementara Muhammadiyah pada Muhtamar ke-47 tahun 2015 di Makassar NKRI yang telah ada disebut sebagai “Daarul ‘ahdi was syahadah/negara yang telah disepakati oleh para tokoh-tokohnya”. Oleh karena itu konsep NKRI Bersyariah tidak memiliki akar historis yang kuat dan bisa mengarah pada gejala degradasi ideologi bernegara. Tidak bisa tidak konsep NKRI dengan Pancasila, Bhineka Tunggal IKa dan UUD 1945 merupakan konsensus final yang harus disyukuri dan dirawat bersama-sama.

Bacaan Lainnya

Sementara usulan pelembagaan ijtima ulama merupakan gagasan yang tidak perlu dilakukan. Silahkan saja bentuk partai politik ataupun ormas karena selain dijamin UU, mungkin lebih selaras dengan kepentingan dan kebutuhan GNPF MUI ataupun alumni 212. Ormas Islam di nusantara telah terwadahi pelembagaannya melalui MUI, diisi dari kalangan ulama, habaib yang memiliki beragam disiplin keilmuan.

Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan mengajak GNPF MUI, alumni 212 dan seluruh warga bangsa dan negara Indonesia untuk terus merajut tali silaturahmi untuk memperkuat kemanusiaan, kebangsaan dan keindonesiaan. Yakinlah dengan persaudaraan, persatuan yang kokoh rahmat dan berkah Allah SWT senantiasa dilimpahkan bagi seluruh warga dan bangsa Indonesia. Bukankah Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan maju akan segera terwujud?

Makah, 9 Agustus 2019/8 Dzulhijah 1440 H

Beny Susanto
Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *