Politisasi Agama Tidak Laku di Pilkada Pulau Jawa

Politisasi Agama

Oleh: Dr Suratno, Dosen Universitas Paramadina Jakarta dan Wakil Sekretaris Lakpesdam PBNU

Senang dan syukur alhamdulillah melihat hasil-hasil quick-count (hitung cepat) pilkada serentak hari ini, terutama Jabar, Jateng dan Jatim. Ada beberapa catatan saya terkait hasil-hasil tersebut.

Bacaan Lainnya

Pertama, pemenang pilkada Jabar, Jateng dan Jatim adalah mereka-mereka yang tidak diusung dan didukung oleh partai-partai yang elit-elit dan kader-kadernya suka menghina, hoax, fitnah dan nyinyirin NU dan tokoh-tokoh NU… #KualatKaliYaHehe

Kedua, karena partai-partai yang elit-elit dan kader-kadernya suka menghina, hoax, fitnah dan nyinyirin NU itu juga melakukan hal yang sama pada Jokowi. Jadi hasil pilkada Jabar, Jateng dan Jatim akan berimbas positif pada posisi dan elektabilitas Jokowi.

Ketiga dan ini yang penting, kekhawatiran saya dan mungkin yang lain bahwa pola-pola pilkada Jakarta yang penuh dengan politisasi agama akan sukses dipraktekkan di pilkada Jabar, Jateng dan Jatim alhamdulillah gatot alias gagal-total. Politisasi agama terbukti tidak terlalu laku alias mental ketika dipropagandakan pada masyarakat di Jabar, Jateng, Jatim. Islam muncul dengan wajah aslinya sebagai agama pembawa perdamaian, bukan wajah politis yang rentan konflik dan permusuhan. Uniknya fenomena ini terjadi pada saat lagu-lagu Sabyan booming di masyarakat; termasuk lagu deen assalam (agama perdamaian). #BagusanVersiNissaAtauViaVallenYaa

Apakah ini ada hubungannya? Silahkan tanya pada rumput yang bergoyang

Sekali lagi alhamdulillah. Semoga ini menjadi sinyal bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik dimasa depan, insyaAlloh

Danke

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *