Khofifah: Kader NU dan Perempuan Pertama Calon Gubernur Jawa Timur

khofifah kader NU

Khofifah: Kader NU dan Perempuan Pertama Calon Gubernur Jawa Timur

Seluruh lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat menyatakan pasangan Khofifah-Emil unggul dari pasangan Gus Ipul-Puti di Pilkada Jawa Timur. Keunggulannya rata-rata di atas margin error; 3 persen.

Jika hasil hitung cepat itu paralel dengan hasil hitung manual KPUD nanti, maka Khofifah akan tercatat sebagai kader NU pertama yang menduduki jabatan puncak pemerintahan di daerah yang dikenal sebagai basis NU– gubernur Jawa Timur.

Tak hanya itu, Khofifah pun akan menjadi gubernur perempuan pertama di Jawa Timur. Baru kali ini Jawa Timur akan dipimpin oleh seorang perempuan.

Atas pencapaian ini, saya ucapkan selamat untuk pasangan Khofifah-Emil. Semoga mereka berdua berhasil membawa Jawa Timur pada kemakmuran.

Dan untuk Gus Ipul, semoga seluruh kerja keras sampeyan dalam memajukan Jawa Timur selama ini akan menjadi amal shaleh sampeyan di akhirat nanti.

Rabu, 27 Juni 2018

(Penulis: Dr KH Abdul Moqsith Ghazali)

_________________

Semoga artikel Khofifah: Kader NU dan Perempuan Pertama Calon Gubernur Jawa Timur ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

BONUS ARTIKEL TAMBAHAN

Diplomasi Islam Gus Dur: Yang Lebih Tinggi dari Politik Adalah Kemanusiaan

Kejutan kembali datang dari hasil saya bongkar-bongkar file foto lama milik bapak. Di sampul album tertulis “Israel Okt 10/94”, bulan Oktober 1994. Menarik sekali pikirku, Israel, negara yang selalu jadi kontroversi di Indonesia. Ada Israel ada Palestina, kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Saya mulai buka dari halaman pertama album foto itu. Ada foto Gus Dur sedang memegang botol air mineral dengan background gurun warna coklat dan cahaya yang over-exposed. Beberapa frame awal bertempat di sebuah gurun dan nampak wisata kereta gantung.

Semakin jauh saya buka album foto itu. Setting tempat berpindah ke sebuah ruangan dengan meja melingkar dan hampir semua orang mengenakan jas. Jadi jelas ini sebuah acara formal. Termasuk Gus Dur ada di dalam foto tersebut, sedang berbincang dengan orang secara pribadi dan beliau sedang berbicara di forum, mungkin sedang menyampaikan makalah atau sejenisnya. Sebagian besar saya tidak mengenali orang-orang di dalam foto itu, yang jelas mereka akademisi. Ada juga sesi break (mungkin), karena terlihat peserta diskusi menikmati makan siang bersama dalam ruangan berbeda. Gus Dur juga terlihat ikut dalam acara tersebut bersama dengan peserta diskusi lain.

Rasa penasaran semakin mengusik benak saya. Akhirnya saya mengkonfirmasi ke bapak tentang foto tersebut. Bapak kemudian meng-iya-kan bahwa memang pernah ada pertemuan di Israel pada bulan Oktober 1994. Gus Dur jadi salah satu Keynote Speaker dalam acara tersebut. Tidak dijelaskan dengan detail acara tersebut, yang jelas pada waktu itu Israel sedang ingin membangun komunikasi dengan kelompok Islam. Berangkatlah Gus Dur berkapasitas sebagai tamu undangan. Sebagai pihak pengundang (inisiator) acara tersebut adalah Hebrew University, Jerusalem.

Menariknya, acara ini diselenggarakan dalam kondisi dimana Indonesia-Israel tidak mempunyai hubungan diplomatik. Jadi keputusan untuk bersedia jadi pembicara dalam acara ini sendiri sudah jadi kontroversi. Tapi Gus Dur memiliki pertimbangan sendiri dan memutuskan tetap berangkat. Dan memang selayaknya Gus Dur berkangkat, karena ini ruang yang bagus untuk menjelaskan Islam ke publik. Menjembatani komunikasi dengan kelompok Islam yang terputus akibat kecamuk perang Israel-Palestina.

Quote yang paling saya suka “Yang lebih tinggi dari politik adalah kemanusiaan”, ini bagi saya sudah final, tidak dapat diubah lagi. Jadi selama politik tidak mengabdi pada kemanusiaan hampir bisa dipastikan itu politik yang keliru, keblinger dan harus diingatkan. Kedewasaan berpolitik dan kemanusiaan dalam berbangsa dan bernegara banyak diajarkan Gus Dur, Khususon Gus Dur Alfatihah…(saya yakin bahwa fatihah ini akan sampai ke njenengan Gus, karena buktinya ndak balik lagi kok ke saya hehehe…)

Demikain Diplomasi Islam Gus Dur: Yang Lebih Tinggi dari Politik Adalah Kemanusiaan. Semoga bermanfaat.

Penulis: Aditya Rahman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *