Uniknya Ziarah Gus Dur di Makam Habib Abdullah Bruno Purworejo.
Kisah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tak bisa dilepaskan dari jejak makam para wali. Banyak makam ditemukan langsung oleh Gus Dur, bahkan Gus Dur sendiri yang memulai menghauli sang wali. Banyak kisah tentang hubungan nyentrik Gus Dur dengan banyak wali.
Kisah ini datang dari Purworejo. Saat itu, Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI. Gus Dur diundang untuk mengisi acara dalam Haul KH. Nawawi, ayahanda KH. Chalwani Nawawi Berjan Purworejo.
Pada saat yang telah ditentukan, Gus Dur dan rombongan pun datang memenuhi undangan pada Haul KH. Nawawi Purworejo. Namun tidak lama setelah sampai di lokasi acara, Gus Dur tiba-tiba didatangi oleh Raden Kiai Abdullah Karangmalang atau Pangeran Kajoran. Kiai Abdullah Karang Malang adalah seorang Habib dzuriyyah Rasulullah dengan nama Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Aydrus. Gelar Raden ini karena sang ayah, Habib Abdurrahman Al-Aydrus, adalah menantu Sultan Hamengkubuwono II. Habib Abdurrahman ini dimakamkan di sebelah barat Masjid Shulthonain Nitikan Kota Yogyakarta.
Habib Abdullah Bin Abdurrahman Al Aydrus sendiri pada saat itu sudah wafat dan dimakamkan di daerah Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.
Seketika itu juga Gus Dur langsung mengajak rombongan untuk pergi menuju Makam Raden Kiai Abdullah Karang Malang.
Sesampainya di makam, Gus Dur tidak lantas memasuki area makam, namun Gus Dur langsung menuju musholla kecil yang letaknya berada di samping Makam Raden Abdullah. Para pengikut Gus Dur mengira Gus Dur hanya sholat biasa. namun setelah selesai sholat Gus Dur langsung kembali menuju mobil dan meminta melanjutkan perjalanan.
Orang-orang yang mengikuti Gus Dur pada saat itupun kebingungan. Bagaimana tidak ketika baru sampai acara Gus Dur meminta untuk menyegerakan ziarah, namun setelah sampai makam justru Gus Dur hanya sholat dan langsung pulang.
Akhirnya salah satu pengikut Gus Dur pada saai itu bertanya:
“Lho Gus, katanya mau ziarah, kok tidak jadi….?”
“Ya jadi. Siapa bilang tidak Jadi….” (sahut Gus Dur)
“Lha tadi, sampai makam kok tidak jadi ziarah Gus, kok malah cuma sholat?” (tanya pengikutnya)
“Lha Iya, lha wong tadi yang ngimamin saya sholat ya shohibul makam (Raden Abdullah) kok” (Tegas Gus Dur)
Mendengar jawaban Gus Dur, semua pengikut Gus Dur hanya tercengang dan terdiam seketika.
Subhanallah sungguh kisah kemesraan para wali Allah saat bertemu. Semoga kelak kita bersama orang-orang yang sholih. Aaamiin.
Demikian kisah Uniknya Ziarah Gus Dur di Makam Habib Abdullah Bruno Purworejo, semoga manfaat.
(Mukhlisin/Yayan)








