kiai ishomuddin

Penguasaan Bahasa, Kunci Pembuka Ilmu Pengetahuan

Posted on

Oleh: KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriah PBNU

Ilmu untuk meraih manfaat dan kebajikan dunia dan akhirat bagi manusia sangat penting dikuasai. Dalam literatur agama juga dinyatakan bahwa setiap orang yang melakukan amalan tanpa ilmu, maka amal perbuatannya ditolak, tidak diterima. Setiap pekerjaan atau profesi membutuhkan ilmu yang spesifik yang berkaitan dengannya. Oleh sebab itu, penguasaan terhadap ilmu sangat penting artinya bagi setiap apa saja yang akan dikerjakan. Idealnya penguasaan ilmu itu sebelum pekerjaan dilakukan, meski ada juga yang sambil belajar ilmunya saat bekerja.

Diantara beberapa pintu ilmu yang perlu dilalui, selain kesediaan untuk mendengar dan tak malu bertanya, adalah kemauan kuat untuk membaca buku-buku ilmu pengetahuan secara selektif dan rutin. Buku-buku yang ditulis oleh para ahli di bidangnya menyimpan ilmu-ilmu yang mungkin penting diketahui dan memiliki relevansi dengan apa saja yang mungkin memberikan kemudahan solusi atas masalah yang akan atau sedang dihadapi.

Selain pada buku-buku cetak, informasi ilmu tentang apa saja kini mudah diakses melalui internet. Yang penting diingat adalah bahwa ilmu itu sangatlah banyak, sehingga sepertinya mustahil menguasai keseluruhannya. Oleh sebab itu, setiap orang cukuplah membaca, menekuni, dan menguasai ilmu apa saja yang diperlukannya. Tidak ada seorangpun yang mampu memahami dan menguasai keseluruhan ilmu, karena samudera ilmu itu sangatlah luas lagi dalam. Semakin banyak belajar melalui pintu membaca, dan semakin luas eksplorasi bacaan kita, akan terasa betapa ilmu pengetahuan yang tersimpan di memori otak kita hanyalah sangat sedikit. Dunia seisinya ini sungguh lebih banyak menyimpan misteri bagi setiap penghuninya. Lebih banyak yang belum kita ketahui dibandingkan dengan apa yang sudah kita ketahui.

Membaca di tengah banjirnya arus informasi saat ini harus berhati-hati, harus selektif, dan harus kritis. Jika tidak, maka boleh jadi otak pembaca akan dipenuhi oleh sampah-sampah bacaan yang pada hakikatnya tidak diperlukan untuk perbaikan kualitas kehidupan manusia. Saat ini banyak sekali orang yang bukan ahlinya menulis apa saja semaunya, menghidangkan tumpukan sampah informasi yang mengotori pikiran para pembacanya dan juga menggelisahkan jiwanya. Kini berserakan buku-buku, tulisan-tulisan, atau berita-berita yang lebih menarik judulnya dibandingkan isinya. Pilihlah sumber informasi ilmu pengetahuan terpercaya yang disusun oleh orang yang sudah dikenal ahli, punya otoritas dan spesialis di bidangnya.

Baca Juga >  Ini Agenda Dibalik Reuni 212 Harus Diselenggarakan

Saya tidak pernah menjumpai tokoh besar yang dihormati kecuali ternyata mereka selalu tekun belajar dan rajin membaca. Saya tidak mengunjungi rumah-rumah mereka itu kecuali berisi buku-buku ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Nampaknya rajin membaca menjadi salah satu kiat sukses yang membuat mereka hidup lebih bermakna.

Para penulis sebagai duta penebar ilmu pengetahuan di bidang apa saja juga harus menulis dengan logis, ilmiah, sistematis, dapat dipertanggungjawabkan dan tentu memakai bahasa yang relatif mudah dipahami. Tidak perlu menuliskan apa yang tidak dipahaminya, agar tidak terjadi si buta menuntun si buta. Informasi ilmu apa saja yang validitas kebenarannya tidak terjamin, dijamin menyesatkan para pembacanya dan tidak lebih dari sampah-sampah informasi yang merusak kecerdasan dan jiwa manusia, bahkan mungkin membahayakan kemanusiaan. Padahal apa saja yang tidak bermanfaat atau berbahaya wajib dihindari.

Untuk menyampaikan ilmu pengetahuan melalui tulisan atau untuk menyerapnya melalui kegiatan membaca sangatlah membutuhkan penguasaan bahasa. Kedudukan setiap bahasa adalah setara dalam kemuliaannya dan arti pentingnya, tidak ada bahasa yang lebih mulia dibandingkan dengan bahasa yang lainnya. Bahasa merupakan sarana yang penting untuk mengungkapkan pesan yang tersimpan dan perlu diketahui oleh orang lain. Oleh sebab itu, baik penulis maupun pembaca harus mampu memahami maksud bahasa yang digunakannya.

Informasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia sesuai bidang ilmunya biasanya dikemas dan diungkapkan dengan beragam bahasa, terutama bahasa internasional, yakni bahasa yang populer dan paling banyak digunakan. Sehingga untuk mengakses, mempelajari, atau menyampaikannya membutuhkan penguasaan bahasa yang memadai. Menguasai dengan baik beberapa bahasa adalah modal besar sukses pergaulan untuk memperbanyak saudara, sukses dalam usaha, menyebarluaskan apa saja yang bermanfaat, menghindarkan siapa saja dari bahaya, dan tentu untuk memperluas eksplorasi bacaan. Menguasai banyak bahasa akan banyak pula manfaatnya.