Mengapa Kiai Basori Alwi Malang Menyembunyikan Identitas Habibnya?- Kiai Basori Alwi: sosok habib mastur, aktivis NU tulen dan Mahaguru Qur’an.
Tak terasa seakan baru kemaren Ayahanda KH. Muhammad Basori meninggalkan kita semua selamanya untuk menghadap pada Sang ilahi Robby.
Kini tinggal kenangan-kenangan yang selalu diceritakan banyak kalangan baik di dunia maya maupun cerita-cerita dikalangan santri-santri dan para alumni maupun masyarakat luas sehingga apa yang selama ini tidak kita ketahui ahirnya dari cerita-cerita tersebut kita pada mengerti dan faham tentang perjalanan hidup KH Muhammad Basori.
Untuk mengenal lebih dekat sosok KH Muhammad Basori Yang lebih terkenal di sapa KH Basori Alwi atau KH Basori Alwi Murtadlo akan kami terangkan siapa sebenarnya Beliau tersebut.
Pada tanggal 15 April 1927 di Singosari dari Pasangan KH Alwi bin Murtadlo dengan Bu Nyai Ning Riwati lahirlah sosok bayi tampan yang di beri nama MUHAMMAD BASORI dengan ejaan nama BASORI tanpa H (BASHORI) seperti yang kebanyakan ditulis oleh banyak kalangan selama ini.
Muhammad Basori mempunyai ayah yang bernama KH Alwi seorang Ahlul Qur’an di Singosari. KH Alwi juga merupakan seorang nahdliyyin yang aktif sehingga pada masa hidupnya pernah ditugaskan sebagai Anggota Konstituante (sekarang DPR RI) mewakili NU ( Nahdlatul Ulama) pada tahun 1955.
Dari nama ayahnya KH Alwi ini maka banyak orang yang menyabutnya menjadi KH BASORI ALWI. KH. Alwi mempunyai ayah yaitu KH Murtadlo beliau juga ulama Ahlul Qur’an yang ada di Singosari. Siapa sebenarnya KH Murtadlo ini? KH Murtadho adalah putra dari KH. Abdurrohim Singosari bin Sayyid Alwi Bangkalan (Agus Matal) lebih jelas urutannya adalah sebagai berikut:
1. Assayyid Asyarif KH Muhammad Basori
2. Bin Assayyid Asyarif KH Alwi
3. Bin Assayyid Asyarif KH Murtadloh
4. Bin Assayyid Asyarif KH Abdurrohim
5. Bin Assayyid Asyarif Alwi (Agus Matal) Bangkalan Madura
6. Bin Assayyid Asyarif Yusuf (Bujuk Qoder) Lomaer Madura
7. Bin Assayyid Asyarif Hasan (Bujuk Raddin) Batu Nahung Bangkalan Madura
8. Bin Assyarif Assayyid Husain (bujuk Rokem) Omben Madura
9. Bin Assayyid Asyarif Ibrohim (Sunan Dalem) Gresik
10. Bin Assayyid Asyarif Maulana Muhammad Ainul Yaqin (Sunan Giri) Gresik
11. Bin Assayyid Asyarif Maulana Ishaq Pulau Besar Malaka Malaysia
12. Bin Assayyid Asyarif Ibrohim Assamarkand (Asmoroqondi) Tuban
13. Bin Assayyid Asyarif Jamaluddin Husain Ujung Pandang Sulawesi Selatan
14. Bin Assayyid Asyarif Al Amir Ahmad Syah Jalal Gubernur Delhi Nasharabad India
15. Bin Assayyid Asyarif Al Amir Abdulloh Khon Nasarabad India
16. Bin Assayyid Asyarif Al Amir Abdul Malik Nasarabad India, beliau in lah cikal bakal Fam/marga Azmatkhon)
17. Bin Assayyid Asyarif Ali Ammul Faqih Hadramaut Yaman
18. Bin Assayyid Asyarif Muhammad Shohib Mirbath Hadramaut Yaman
19. Bin Asayyid Asyarif Ali Kholik Qosam Hadramaut Yaman
20. Bin Asayyid Alwi Hadramaut Yaman
21. Bin Asayyid Muhammad Hadramaut Yaman
22. Bin Asayyid Alwi Hadramaut Yaman (Cikal Bakal Bani Alawiyyin)
23. Bin Asayyid Ubaidillah Hadramaut Yaman
24. Bin Asayyid Ahmad Al Muhajjir Ilalloh Hadramaut Yaman
25. Bin Asayyid Isa Arrumi Basrah Iraq
26. Bin Asayyid Muhammad Annaqib Basrah Iraq
27. Bin Asayyid Ali Al Uraidy Madinah Al Munawwaroh
28. Bin Asayyid Ja’far Shodiq Madinah Al Munawwaroh
29. Bin Asayyid Muhammad Al Baqir Madinah Al Munawwaroh
30. Bin Asayyid Ali Zainal Abidin Madinah Almunawwaroh
31. Bin Al Imam Khusain Assibthu Karbala Iraq
32. Bin Assayyidah Fatimah Azzahro Al Bitul (Madinah Almunawwaroh) + Sayyidana Ali Karromallohu Wajha Basrah Iraq
33. Binti Sayyidina Muhammad SAW Madinah Al Munawwaroh
(Sumber dari kitab Almausuah Li Ansabil Imam Alhusain halaman 215-216)
Jadi, KH Muhammad Basori adalah salah seorang Habaib dari marga Azmatkhon Bani Alawiyyin dari jalur Sayyidina Husain (Al-Husaini). Hanya memang selama ini beliau mengajari putra-putrinya untuk tidak menampakkan jati diri ke Habibannya / ke Sayyidannya.
Karena beliau mencontoh para kakek-kakeknya para wali songo yang lebih suka memakai nama jawa agar bisa dekat dengan masyarakat sehingga memudahkan untuk berkomunikasi sekaligus untuk berinteraksi secara langsung tanpa batas dalam segala hal. Dan dari sini, memudahkan beliau untuk mengembangkan syiar Islam sesuai aqidah Ahlussunah Wal Jamaah Annahdhiyyah.
KH Basori Alwi adalah putra asli Singosari yang juga mempunyai silsilah dari kerajaan Singosari dimana bila dilihat dari jalur ibundanya Sunan Giri adalah Dewi Sekardadu, putri dari Prabu Minak Sembuyu Raja Blambangan yang tiada lain adalah cucu dari pada Prabu Brawijaya / Raden Alit, dimana Prabu Brawijaya adalah keturunan dari Hayam Wuruk.
Hayam Wuruk sendiri adalah putra dari pasangan Tribuwana Tunggadewi dan Kertawardana alias Cakradara Tribuwana Tunggadewi adalah putri dari Raden Wijaya (Kertarajasa Jaya Wardhana) yang bersambung langsung dengan Prabu Kartanegara Raja terakhir Kerajaan Singosari melalui ke 4 putrinya (Trihuwananeswari, Narendraduhita, Jayendradewi, Gayatri) yang dinikahi semuanya oleh Raden Wijaya.
Prabu Kartanegara adalah putra dari Wisnuwardhana dengan permaisuri Waning Hyun yang bergelar Jayawardhani, beliau Waning Hyun adalah putri dari Mahisa Wunga Teleng (putra sulung Ken Arok dan Kendedes) yaitu Pendiri Kerajaan Singosari.
Melihat faktor genology dan darah yang mengalir pada diri KH Basori Alwi begitu sapaan akrabnya baik yang bernasab sampai ke Rosululloh maupun yang bersilsilah pada para raja-raja di tanah Jawa ini. Maka tak heran bahwa jiwa kepemimpinannya sangat kuat dan sangat kokoh dalam mengembangkan syiar Islam melalui Al-Qur’an hingga tak pernah lelah beliau memperjuangkan ilmu Al-Qur’an hingga akhir hayatnya.
Dengan mendirikan Pesantren PIQ (Pesantren Ilmu Alqur’an) atau Ma’hadiddirosatil Qur’an serta perjuangan dalam pengajaran Al-Qur’an baik dengan metode murottal maupun tilawah ke berbagai penjuru Nusantara ini. Beliau tak pernah sedikitpun surut dalam menjalankan tujuan dan cita-citanya.
Bahkan bukan hanya itu saja yang beliau lakukan, tetapi sebagai warga nahdliyyin beliau juga merupakan Pendiri Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) yang saat ini menjadi salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama.
Bukan itu saja kegigihan beliau dalam berkarya KH Basori Alwi juga salah satu tokoh pendiri IPNU & IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Timur). Hal ini sesuai dengan berita media cetak yang terbit pada tahun 1955 dengan Judul Lintas Generasi IPNU IPPNU Jawa Timur, IPNU dan IPPNU juga merapakan Banom.
Yang terahir yang pernah saya dengar sendiri dari beliau KH Basori Alwi juga ikut andil dalam Pendirian Banom NU yang lain yaitu PERGUNU (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) bahkan pada 14 Pebruari 1959 KH Basori Alwi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pergunu, pada Konggres pertama Pergunu 17-20 Oktober 1959 yang diikuti 27 cabang KH Basori Alwi Kembali terpilih Sebagai Ketua Umum PERGUNU hingga periode tahun 1966.
Juga masih banyak karya-karya beliau yang lain yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat dan warga Nahdliyyin.
Oleh karena nya kami semua sangat kehilangan sosok orang tua yang sangat gigih dan ulet serta sabar dalam menuntun serta meniti kehidupan dalam memberikan tauladan kepada putra-putri, keluarga, anak-anak didik, santri-santri dan masyarakat selama ini.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim)
Semoga Apa yang Beliau Perjuangkan selama ini akan menjadi ladang pahala yang tiada hentinya seperti sabda Rosululloh yang diriwayatkan oleh Imam muslim tersebut diatas.
Kami semua akan selalu mengenang segala Perjuangan dan Bahkti mu kepada Negeri Ini terutama saat adanya MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) baik tingkat Nasional maupun Internasional karena Engkau *Assayyid Assyarif Al Allamah Murobby Rukhina KH Muhammad Basori Alwi Azmatkhon* adalah Orang tua dan panutan kami semua semoga kami dapat meneruskan Perjuangan dan Bhaktimu dalam mngamalkan Alquran dalam setiap langkah dan nafas kami sampai ahir hayat kami.
SELAMAT JALAN DENGAN BAHAGIA WAHAI AYAHANDA SAMPAIKAN SALAM KAMI SEMUA KEPADA BAGINDA ROSULULLOH SHOLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMAH TUNGGU PUTRA PUTRI MU, SANTRI-SANTRI MU, PARA JAMAAH MU, DAN PARA MUHIBBIN YANG SELALU MENGIKUTI MU HINGGA KAMI SEMUA MENYUSUL MU UNTUK BERSAMA-SAMA BERKUMPUL DI MAJELIS ROSULULLOH DI SURGA NANTI.
Semoga artikel Mengapa Kiai Basori Alwi Malang Menyembunyikan Identitas Habibnya? ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..
simak artikel terkait di sini
kunjungi juga channel youtube kami di sini
Penulis: KH Nukman Basori, putra Kiai Basori Alwi Singosari Malang.
Editor: Anas Muslim








