Makna Disiplin Shalat Subuh Menurut Gus Miek.
“Disiplin waktu dimulai dari sholat subuh yang tepat waktu. Syukur-syukur dilaksanakan berjama’ah. Kita harus berkeyakinan bahwa ini merupakan kunci kontrol sukses,” dhawuh Gus Miek di Sepanjang.
Beberapa ayat Al-Qur’an yang memiliki benang merah dengan nasihat Gus Miek ini, misalnya, firman Allah dalam Surat an-Nisa’ 59: “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rosul-Nya, dan ulil amri di antara kalian.”
Surat Hud ayat 114: “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
Surat an-Nisa’ 103: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Surat al-Baqarah 238: “Peliharalah semua sholat (mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu.”
Berkitan dengan peryataan Gus Miek di atas, jika kita membuka buku dhawuh Gus Miek, kita akan menjumpai hal yang senada. Dalam buku tersebut Gus Miek dhawuh, “Surga itu milik orang-orang yang sembahyang tepat waktu,” (dhawuh Gus Miek, hlm. 124).
Disebutkan dalam riwayat Bukhari dan Muslim: “Ahabba al-a’mal ilallah ta’ala ash-shalatu ala waqtiha. Amal yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya (tepat waktu).”
Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah bahwa ia berkata, “Saya mendengar Rasulallah bersabda: lan yalija an-nara ahadun shalla qabla thulu’ asy-syamsi wa qabla ghurubiha. Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya,” (HR.Muslim).
Diriwayatkan oleh Muslim dari Utsman bin Affan bahwa ia berkata, “Rasulullah telah bersabda: Barang siapa sholat isya’ berjamaah maka seakan-akan ia telah sholat setengah malam. Dan barang siapa sholat subuh berjamaah maka seakan-akan dia telah melaksanakan sholat satu malam penuh,” (HR. Muslim).
Rosulullah bersabda, “Kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid, berikanlah kabar gembira tentang cahaya yang sangat terang pada hari kiamat,” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
*Tulisan Makna Disiplin Shalat Subuh Menurut Gus Miek ini disarikan dari buku, “Nasihat Gus Miek: Membangun Keluarga Sakinah” karya M Alwi Fuadi.








