Jum’at, 20 September 2019, KH Bahauddin Nursalim (akrab disapa Gus Baha’) membacakan wasiat Mbah Maimoen Zubair terkait Muktamar NU 2020. Ini dilakukan Gus Baha’ atas permintaan Gus Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU.
“Ini atas permintaan Gus Yahya. Surat wasiat Mbah Moen ini ditulis dan disaksikan oleh putra beliau Gus Ghofur Maimoen,” tegas Gus Baha’.
Surat wasiat Mbah Maimoen bermula menjelang keberangkatan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Saat itu, Mbah Maimoen menerima kunjungan Katib Aam Syuriyah Nahdlatul Ulama Pusat PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, guna membahas persiapan pelaksanaan Muktamar NU tahun 2020. Ada beberapa yang dibahas, termasuk lokasi. Saat itu Mbah Moen menerima masukan agar pelaksanaan Muktamar NU 2020 di Sarang Rembang.
Berikut isi surat yang ditulis Mbah Moen dalam Bahasa Arab Pegon yang dibacakan Gus Baha’ kepada masyarakat luas:
Bismillahirrahmanirrahim.
Bahwa beberapa hari lalu datang kepada saya Bapak Al-Ustadz Yahya Cholil Alhaj sebagai Katib Syuriyah Nahdlatul Ulama Pusat menyodorkan satu gagasan Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan datang. Satu pilihan usulan ada yang memilih di pondok pesantren diantaranya yang diusulkan Pondok Sarang. Saya belum memberi jawaban. Setelah saya pikirkan, menurut apa yang digerakkan hati oleh Allah Swt., kalau dikehendaki hal ini saya mempersilakan dengan hati senang.
Semoga Allah memberi anugerah kita bersama mana yang “ashlah lana fi ma ya’udu lana wa lin nahdliyyin wal Islam”, itulah kita harus menyerah segala urusan padaNya.
Hadza, wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalam.
Alfaqir:
Maimun Zubair

Inilah surat yang dibaca Gus Baha’. Menurut Gus Baha’, surat ini sudah disampaikan menantu Mbah Moen (yakni KH Mustofa Aqil Siraj) kepada PBNU.
“Surat ini sudah disampaikan KH Mustofa Aqil kepada PBNU,” tegas Gus Baha’. (yan/md).
Tonton juga Videonya di bawah ini;








