Langit Krapyak dan Dongkelan, Mengenang 40 Hari Kiai Najib Abdul Qodir

  • Whatsapp
Langit Krapyak dan Dongkelan

Langit Krapyak dan Dongkelan, Mengenang 40 Hari Kiai Najib Abdul Qodir.

ٱلرَّحۡمَـٰنُ ۝  عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ ۝  خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ ۝  عَلَّمَهُ ٱلۡبَیَانَ ۝  اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ۝  وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ یَسۡجُدَانِ ۝  وَٱلسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِیزَانَ ۝  أَلَّا تَطۡغَوۡا۟ فِی ٱلۡمِیزَانِ ۝  وَأَقِیمُوا۟ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُوا۟ ٱلۡمِیزَانَ ۝  وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ ۝  فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ  ۝ وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ
وَٱلرَّیۡحَانُ

Saya mengajak para ahlen Krapyak dan santrinya, merenungkan kuasa Ilahiyah. Memaknai kalimat Alhamdulilah dengan renungan makna sebagai kalimat pengakuan dan menjadikannya sebuah kalimat i’tirof. Kami sangat meyakini setiap dari yang namanya permulaan pasti ada akhir yang terakhir, setiap yang diadakan sudah tentu ada jamuan penutupnya!

Dunia ini tidak diliputi oleh keabadian. Semua yang dilahirkan sudah tentu dikembalikan oleh kuasaNya, mari kita merenungkan dengan semangat keimanan.

Ajal pasti dipertemukan dengan maut, dan maut akan ditelan oleh kubur. Kubur akan mempertemukan kita dengan segala pertanyaannya.

Salam khusus dari para perindu dan keta’dziman yang kami wujudkan dengan antusias tawassul buat kepantasan kemuliaan panjenengan, Kiai Najib Abdul Qodir Munawwir!

Penjagaan panjenengan terhadap Qur’an terparipurnakan menurut penilaian para Kyai Qur’an. Panjenengan telah terpilah dari pilihan segelintir manusia yang mampu menjaga kehidupan Qur’an dalam sir atau rahasia yang tersiulkan.

Kiai Najib, kini panjenengan telah genap 40 hari dalam alamnya qubur. Kami telah dibatasi oleh batasan pembatas, yang berupa pusarah. Kesedihan atas kami yang tertinggal dari segala hal. Yang tidak akan pernah kami gapai dalam pencapaian. Syafaat Qur’an telah menyamankan keamanan pemeriksaanmu dalam qubur. Terlebih dahulu kanjeng Nabi mengakui panjenengan sebagai umatnya sebelum malaikat mempertanyakan sosok laku daripada laku panjenengan.

Saya bisa menuliskan karena ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Panjenengan selalu mengharapkan syafaat Kanjeng Rosul lewat amalan Laqad Jaa’akum.

Mbah, kami semua bersedih atas kepulangan panjenengan akan tetapi dengan bersedianya Mbah Hamid Abdul Qodir merawat tinggalan Mbah Munawwir serta melanjutkan perjuangan panjenengan. Kami dari keluarga sedikit dilegakan dan terhibur. Kami memahami sosokmu ada pada Mbah Hamid Abdul Qodir.

Kami yang tertinggal ini sangat merindukan suara khas panjenengan ngimami di Masjid al-Munawwir, dan setiap habis sholat subuh panjenengan selalu mendawamkan Laqad Jaa’akum dan ayat qursi yang nyaring sekali dalam ingatan telinga saya. Kami sementara ini baru bisa menjadikan panjenengan buah pembicaraan dari keunggulan panjenengan, belum mampu mengambil secuil contoh dari praktek laku panjenengan.

Mbah, setelah kepergian panjenengan, Mbah Bik (KH Atabik Ali) pun menyusul dan beberapa hari kemudian Budhe Mar pun tersusulkan.

Yaa Allah, kami sangat bersedih dengan musibah yang tertimpakan kepada kami di Pondok Krapyak. Akan tetapi kami meyakini ini sebuah tempaan buat iman kami.

Yaa Ilahi wa Maliki, panjenengan Maha Kuasa dari ketidakberdayaan kami. Panjenengan  Maha Rahasia dari kerahasiaan takdir kami. Ya Allah, panjenengan telah mengambil mereka dengan sosoknya. Murahkanlah KasihMu kepada kami dengan menetapkan keberkahan serta kemuliaanya dalam perjalanan pondok Krapyak.

Yaa latif, lembutkan hati sanubari kami dalam memahami setiap musibahmu ya Robb.

Ilaahi anta maqsudi waridlhooka matlubi. Kami memohonkan ampunan bagi keluarga kami serta seluruh ampunan dari hisab kepedihan yang akan kami derita. Ya Allah, jagalah taubat kami serta lapangkanlah ampunanMu terhadap kami ini yang lemah dalam keletihan lesunya iman.

يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ ۝  فَأَمَّا مَنۡ أُوتِیَ كِتَـٰبَهُۥ بِیَمِینِهِۦ فَیَقُولُ هَاۤؤُمُ ٱقۡرَءُوا۟ كِتَـٰبِیَهۡ ۝  إِنِّی ظَنَنتُ أَنِّی مُلَـٰقٍ حِسَابِیَهۡ ۝  فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ ۝  فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ ۝  قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ ۝  كُلُوا۟ وَٱشۡرَبُوا۟ هَنِیۤـَٔۢا بِمَاۤ أَسۡلَفۡتُمۡ فِی ٱلۡأَیَّامِ ٱلۡخَالِیَةِ

(QS Al-Haqqah ayat 18-24)

29 Jumadil Akhir 1442 H/11 Februari 2021.

Langit Krapyak yang tersenduhkan dari kesembapan awan.

Penulis: Habib Hilal Al-Aidid, Krapyak Yogyakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *