Kiat Menjernihkan Hati Agar Wabah Cepat Terangkat- Covid-19 seperti menggiring kita berdiam di rumah (untuk kholwat Rajab) dan banyak menggunakan HATI. Salaman dipaksa pakai hati. Mimbar mimbar dihentikan. Saatnya mendidik dengan HATI. Masjid pun di negara yang di lockdown harus tutup. Artinya jadikan rumahmu atau hatimu sebagai masjid.
Maulana Syaikh Hisyam pernah dawuh:
“Ubah rumahmu menjadi mushola. Ketika Anda memiliki waktu luang, berdoalah. Seperti yang dikatakan Nabi (saw), dalam hadits, “hukum nazala min as-sama naaran ma najaa minhaa illa ahl al-masaajid – Jika dari langit api turun ke bumi untuk membakarnya, hanya orang-orang masjid yang akan aman dari Itu.” Itu berarti mereka yang mengubah rumah mereka menjadi masjid. Itu berarti mengubah tempat anda menjadi tempat ibadah. Itu berarti membuat hatimu sibuk dengan memuji Allah dan memuji Nabi Muhammad SAW.”
Bahkan ibadah Jumat dan jamaah di masjid di negara yang sudah memberlakukan lock down juga dilarang dan Allah memberi kita kesulitan yang masif dan terstruktur dengan wabah ini artinya Allah memberi kesempatan pada kita ibadah qalbiyah yaitu syukur sabar ridho dan ikhlas. Ibadah qalbiyah mempunyai derajat dan kedudukan yang lebih besar dari ibadah jasadiah karena amaliyah jasadiah rawan rusak oleh pamer dan memandang rendah pada yang lain yang tidak melakukannya. Agar kita tahu jangan mengharapkan selalu enak atau keenakan yang abadi karena dunia bukan tempat seperti itu.
Takut memaksa hati mendekat dan bergantung pada-Nya. Agar Hati tahu bahwa makhluk itu apes dan dunia tempatnya apes tempatnya wabah, agar ia tidak tergantung dan terikat padanya. Agar ia berorientasi pada tempat asalnya yaitu surga yang abadi.
Inilah saatnya bersih-bersih dan mendesinfektan hati dari pekatnya hawa nafsu dan keterikatan pada dunia yang sejatinya merupakan virus yang paling berbahaya. Hingga pandangan dan orientasinya ditujukan pada akhirat dan Allah SWT. Saatnya mengkoreksi pandangan seakan manusia hidup selamanya padahal mahluk pasti akan rusak dan adalah hak Allah menghidupkan atau mematikannya kapan saja Dia menghendakinya.
Kita musti paham adalah hak Allah untuk mencabut hidup kita kapan saja. Sakit bukan sebab mati. Tua bukan sebab mati. Virus bukan sebab mati. Hak Allah kapan saja Ia menghendakinya. Sudah banyak buktinya yang wafat muda. Tanpa sakit dan lain sebagainya. Tidak berguna ketakukan kita karena tidak kuasa atas hidup kita baik mendatangkan kehidupan atau kematian, bahaya atau manfaat. Oleh karena kapanpun harus siap. Istighfar terbaik yang mencukupi, meski tiga kali, agar Allah meridhoi dan menerima amal ibadah adalah sebuah kecukupan. Inilah pikiran yang lurus.
Inilah saat ini berdiam dirumah memperkuat iman dan tawakkal kita, menutup mulut dg istighfar, masker surgawi dari perkatan perkataan buruk, mencegah masuknya virus akibat jeleknya lisan kita ke hati, dengan sungguh sungguh memohon ampunan hingga menjadi hati yang sabar ridho ikhlas bersyukur (egoless pure heart fana fillah), hati yang tenang dan mengagungkan Allah SWT, dan hati yang rahmatan lil alamiiin. Percepatan ke arah ini dengan istighfar insya Allah bisa mempercepat wabah ini segera terangkat.
Ya Allah ampunilah kami semua hamba-hamba Mu yang dhaif dan banyak dosa. Selamatkan kami semua dan bangsa kami dari wabah ini.
يا لطيفاً بخلقه يا عليماً بخلقه يا خبيراً بخلقه ألطف بنا يا لطيف يا عليم يا خبير
لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ.
____________
Semoga artikel Kiat Menjernihkan Hati Agar Wabah Cepat Terangkati ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..
simak artikel terkait di sini
kunjungi juga channel youtube kami di sini
Penulis: Moh Yasir Alimi, Wakil Ketua PWNU Jateng dan MATAN Idaroh Aliyah Jatman.
Editor: Anas Muslim








