Kiai Maimun Alie Tangerang, Teladan Berjuang dan Berorganisasi

  • Whatsapp
Kiai Maimun Alie Tangerang Teladan Berjuang dan Berorganisasi

Kiai Maimun Alie Tangerang, Teladan Berjuang dan Berorganisasi.

Kiai Maimun Alie nama lengkapnya KH. Ahmad Maimun Alie, Lc., MA., terlahir dari pasangan KH Aliya Rafi’uddin dan Hj. Hamdanah. Ia terlahir di desa Kandang Gede Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Banten.

Di tingkat sekelolah menengah, ia menempuh pendidikan Islam di Pondok Pesantren Modern Darusalam Gontor Jawa Timur, lulus tahun 1978. Pendidikan tingkat sarjana (strata 1) diperoleh di Kota Suci Madinatul Munawarah, yaitu di Universitas Islam Madinah (Al-Jamiah al-Islamiyah al-Madinah). Pendidikan magister (strata 2) di bidang Islamic Studies dicapai di Universitas Darul Hadis Faisalabad Pakistan, lulus tahun 1987.

Ia adalah sosok Kiai Aktifis Organisatoris dan Aktifis Organisatoris Kiai. Aktifitasnya luas lintas organisasi sosial kemasyarakatan (ormas). Sampai dengan akhir hayatnya, ia tercatat dalam berbagai ormas, antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), Lembaga Pengembangan Quran (LPQ), dan Majelis Mudzakarah Alim Ulama (Majmu’ Ulum) Banten.

Terutama di NU, ia adalah tokoh NU Banten, berjuang dan mengembangkan NU Banten. Pernah menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Banten, hingga di akhir hayatnya berkhidzmat sebagai Wakil Rais Syuriyah. Di FSPP Provinsi Banten, Kiai Maimun adalah dewan pendiri, dan presidium selama dua periode, dan terakhir sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Ia juga mendirikan Majmu’ ‘Ulum, singkatan dari Majelis Mudzakarah Alim Ulama dan Umara. Di Majmu’ ‘Ulum ini ia sebagai Ketua Umum. Di NU, usai Muktamar ke-33 NU 2015 di Jombang Jawa Timur, ia tercatat sebagai Anggota A’wan (Dewan Pakar/Dewan Ahli) PBNU, periode masa khidzmat 2015-2020.

Selain mengasuh santri di Pondok Pesantren Modern (PPM) Subulussalam, dan pandai ceramah (dakwah), ia juga sebagai pembimbing ibadah haji dan umrah. Di tingkat nasional, ia juga aktif sebagai dewan hakim nasional. Kegiatan terakhirnya menjadi dewan hakim saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 di Kota Padang, Sumatra Barat, pada 12-20 November 2020.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa Kiai Maimun Alie adalah seorang Kiai Organisatoris pun Organisatoris Kiai.

Tidak menduga, ia begitu cepat meninggalkan kita semua, berpulang kembali kepada Sang Yang Maha Pencipta, dalam usia 63 tahun 5 hari (5 Desember 1957-10 Desember 2020).

Tanggal 8 November 2020, ia hadir dalam walimatul ‘urs, adik ipar saya di Kota Tangerang. Kemudian ia hadir sebagai dewan hakim di MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang. Sepulang dari Padang, ia masih sempat menghadiri acara di Kota Serang Banten.

Mobilitasnya yang tinggi, dan tak kenal lelah, membuatnya akhirnya beristirahat dirawat di rumah. Oleh karena perkembangan kesehatan kurang membaik, kemudian dirujuk ke RS Seloam Karawaci Tangerang. Namun dalam beberapa hari dirawat, akhirnya pada tanggal 10 Desember 2020, Kamis pagi sekitar pukul 07.35 WIB, ia kembali ke Sang Yang Punya Kehidupan ini, Yang Maha Rahman Maha Rahim.

Dan tanggal 8 November 2020, ternyata adalah hari terakhir saya berjumpa dengannya, Pakde istri saya (Euis Muslihah), kakak Ibu Mertua saya (“Umi” Nurlaela) guru dan kiai saya… Saya memanggilnya dengan panggilan “Abah Uwa”.

Sungguhpun begitu, alhamdulillah, saya, Abah mertua, KH Syihabudin Quraish dan Kiai Maimun Alie, berkesempatan bersama ziarah di Tanah Suci Haramain, menunaikan umrah, pada tahun 2018.

Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’un.

“Kullu nafsin dzâ’iqatul maut…” “Setiap yang bernyawa merasakan kematian” (Al-Qur’an).

Selamat jalan Abah Uwa Kiai Maimun Alie. “Irji’î ilâ Rabbiki râdhiyatan mardhiyyah”, berpulang dengan damai dan diridhai. Rahmatullâhi lakum (lahu) rahmatan wâsi’ah. Al-Fâtihah.

Semoga semua putera dan puteri dan menantu, terutama Kang Amal dan Kang Afad, Bu Uwa Chusnia serta para santri, dan kami generasi ini, diberikan inayah, kesabaran dan kekuatan lahir batin, bisa melanjutkan perjuangan dan khidzmat-mu bagi pesantren, terutama Pesantren Subulussalam, dan bangsa. Amîn…

Demikian kisah sosok Kiai Maimun Alie Tangerang, Teladan Berjuang dan Berorganisasi, semoga bermanfaat.

Swissôtel Jakarta PIK Avenue, Malam Jumat, 17 Desember 2020

Penulis: Dr KH Ahmad Ali MD, Keluarga Almarhum, Dai Moderat dan Penulis Keislaman, juga aktif di MUI Banten.

KH Ahmad Maimun Alie, bergamis, bersorban putih dan Berjaket Hijau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *