Amalan Para Kekasih Allah Jadikan Sifat Buruk Sirna.
Wali Allah atau Kinasih Allah adalah orang-orang pilihan yang dicintai Allah karena kecintaan mereka kepada-Nya. Kecintaan Allah kepada mereka dikarenakan ketaatannya terhadap titah Tuhan. Mereka melakoni tugas yang diperintahkan-Nya dan menjauhi dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya, itu semua mereka lakukan tanpa sedikitpun mengeluh apalagi banyak tanya, kenapa dan mengapa? Karena tugas seorang hamba hanyalah taat dan patuh terhadap Rabb-Nya.
Sikap welas asih para kekasih Allah itu pada hakikatnya implementasi dari dawuh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:
“ارحموا من فى الارض يرحمكم من السماء”
Artinya, “Orang penyayang adalah orang yang disayangi Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi Dzat yang di langit”. HR. At-Tirmidzi
Dalam kitab رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة للراغبين من المؤمنين فى سلوك طريق الآخرة sebuah kitab yang ditulis oleh Al Imam Al Arif Billah Al Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al Hadad Al Hadrami Assyafi’i ada sebuah keterangan yang menarik untuk penulis sampaikan kepada pembaca dalam rangka sebagai bentuk tanggung jawab penulis atas ilmu yang Allah amanatkan kepada penulis.
Kata Habib Abdullah Al Haddad dalam kitabnya:” Hendaknya anda memperbanyak do’a dan istighfar (secara khusus) untuk diri anda, orang tua anda, kerabat anda, dan sahabat-sahabat anda dan untuk semua orang Islam (secara umum).
Do’a yang dipanjatkan seorang muslim untuk saudaranya (tanpa sepengetahuan yang dido’akan) sangat mustajab. Rasulullah sallalallahu alaihi wasallam bersabda: ” Dua do’a yang tidak ada penghalang antara sang penyampai do’a dan Tuhannya adalah pertama do’a orang yang terzalimi dan yang kedua do’a seorang muslim untuk saudaranya (tanpa sepengetahuan yang dido’akan). Apabila seorang muslim berdo’a untuk saudaranya, maka Malaikat mengaminkan do’anya dan mengatakan: do’a yang sama untukmu”. HR. Muslim
Syekh Maemun bin Mahran rahimahullah berkata: “Barang siapa yang beristighfar (memintakan ampun) untuk kedua orang tuanya setelah shalat fardhu, maka orang tersebut secara tidak langsung sudah bersyukur dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya), sebagaimana yang Allah perintahkan dalam firman-Nya:
” ان اشكر لى ولوالدي “
Dan bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. QS. Luqman: 14
Lanjut Syekh Maemun bin Mahran sebagaimana yang dikutip Al Habib Abdullah Al Haddad dalam kitabnya: ” Barang siapa beristighfar memintakan ampun untuk saudara seimannya (mukminin wal mukminat) setiap hari sebanyak 27 kali, maka ia termasuk orang yang diijabah do’anya oleh Allah, dan sebab amalan itu mereka dianugerahi rezeki yang melimpah nan berkah, dan amalan ini adalah amalan para wali dan kekasih Allah”.
Para kekasih Allah adalah mereka yang memiliki rasa cinta yang sangat kepada sesama, bukan mereka yang memiliki rasa dendam, iri, dengki, ghibah, su’udzon, namimah dan sifat buruk lainnya. Jika mereka melihat saudaranya yang salah dan melenceng dari garis syari’ah mereka mengingatkan dan mendo’akan kebaikan untuknya.
Semoga kita bisa mengamalkan sehingga keberkahan dan keridhaan Allah membersamai kita. Semoga bermanfaat.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ الوَاجِبَاتِ عَلَيَّ وَلِمَشَايِخِنَا وَلِإِخْوَانِنَا وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Wallahu ‘Alam Bisshawab
Taktakan, 21 Desember 2020.
Penulis: KH Kholid Ma’mun, pengajar Pesantren Dar El-Istiqomah, Serang Banten, juga aktif di IKANU (Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama) Mesir.








