TAMPILANNYA tampak serius, tetapi sebenarnya orangnya santai, bahkan senang humor. Itulah gambaran sekilas KH Drs Bardan Usman MPdI, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul ‘Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul, yang pada Kamis 27 Maret 2025/27 Ramadhan 1446 H selepas Maghrib dipanggil ke haribaan Allah SWT. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Ruang No.3 lantai 5 Gedung Jantung Terpadu RS Sardjito, setelah beberapa hari mendapatkan perawatan karena sakit yang dideritanya. Jenazahnya dimakamkan pada Jum’at 28 Maret 2025/28 Ramadhan 1446 H bakda Jumatan.
Sampai akhir hayatnya, almarhum masih mengemban amanah sebagai Rais Syuriah PCNU Gunungkidul masa khidmah 2021-2026, dengan Ketua Tanfidziyah KH Sya’ban Nuroni. Bagi Mbah Kyai Bardan, masa khidmah ini merupakan periode kedua. Sebelumnya sudah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Gunungkidul masa khidmah tahun 2016-2021, dengan Ketua Tanfidziyah Drs Arif Gunadi. Selain sebagai Rais Syuriah, selama ini Mbah Kyai Bardan juga sering memberi pengajian dalam berbagai kesempatan, bukan hanya di sekitar Gunungkidul, tetapi juga kabupaten/kota di DIY bahkan luar DIY.
Sebelumnya Mbah Kyai Bardan berkarier di Kementerian Agama (dulu Departeman Agama), baik Kantor Departemen Agama Gunungkidul maupun Kanwil Depag DIY. Terakhir beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pakis, yang tugasnya antara lain mengurusi pondok pesantren dan madrasah. Setelah pensiun, beliau mencurahkan waktu sepenuhnya untuk aktif berdakwah di masyarakat.
Masyarakat banyak yang senang dengan pengajiannya. Dengan suaranya yang gandhem, Kyai Bardan menjelaskan masalah agama secara sederhana sehingga mudah dicerna. Sesekali juga diselingi joke atau humor segar, atau contoh-contoh yang mengena di hati, sehingga membuat senang para jamaah yang mendengarkannya. Sebagian video pengajiannya juga bisa ditemukan di YouTube. Karena itu tak heran kalau banyak yang merasa kehilangan dengan wafatnya KH Bardan Usman. Terlihat dari pelayat yang membanjiri rumah duka di Dusun Bansari Desa Kepek Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Selain itu puluhan karangan bunga dari berbagai kalangan, baik dari organisasi, partai, instansi, maupun perorangan memenuhi pinggir jalan menuju rumah duka, antara lain dari Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul dan dari PWNU DIY.
Sejak jenazah tiba di rumah duka, pelayat terus berdatangan untuk mensalatkan dan mendoakan. Sejak malam hingga pagi, bahkan sampai upacara pemberangkatan jenazah Jumat (28/3) pukul 13.00. Saat upacara pemberangkatan jenazah, tampak hadir Kakanwil Kemenag DIY, Dr. KH Ahmad Bahiej SH MHum yang juga mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki dan Ketua Tanfidziyah Dr KHA Zuhdi Muhdlor SH MHum beserta jajaran PWNU DIY, serta masyarakat luas.
Semua ini merupakan bukti kecintaan kepada almarhum almaghfurlah KH Bardan Usman. Semoga Allah SWT juga menyayanginya, serta mengampuni dosa dan kesalahannya serta memuliakannya. Aamiin…. (Lutfi)








