khutbah nabi
Khutbah

Khutbah Nabi Muhammad Menyambut Ramadan

Nabi Muhammad berkhutbah menyambut ramadan pada tahun ke-2 hijriyah. Itulah tahun pertama disyariatkan wajibnya puasa ramadan. Khutbah ini disampaikan di hari terakhir bulan sya’ban, menyambut malam pertama bulan ramadan.

Berikut ini khutbah Nabi Muhammad yang diriwayatkan Harits bin Usamah dan Ibnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi.

َعَن سَلْمَانَالْفَارِسِيِّ ، رَضِيَ الله عَنْهُ , قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ الله صَلَّى اللهعَلَيه وسَلَّم آخِرَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ ،إِنَّهُ قَدْ أَظَلَّكُمْشَهْرٌ مُبَارَكٌ ،فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، فَرَضَ الله صِيَامَهُ ، وَجَعَلَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، فَمَنْ تَطَوَّعَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِكَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةًكَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً ، فَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَهُوَ شَهْرٌ يُزَادُرِزْقُ الْمُؤْمِنِ فِيهِ , مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ عِتْقَ رَقَبَةٍ ،وَمَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ

قِيلَ : يَا رَسُولَ الله ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَايُفَطِّرُ الصَّائِمَ !

قَالَ : يُعْطِي الله هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَصَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ لَبَنٍ أَو ْتَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ ، وَمَنْأَشْبَعَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ ، وَسَقَاهُ الله مِنْحَوْضِي شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُأَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا ، وَهُوَ شَهْرٌأَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ،وَمَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ فِيهِ أَعْتَقَهُ الله مِنَ النَّارِ.

Artinya:

Dari Salman al-Farisi r.a. beliau berkata: Rasulullahs.a.w. berkhutbah di depan kita di hari akhir bulan Sya’ban:

“Wahaimanusia, telah datang kepadamu bulan yang diberkati, di dalamnya adalam malamlebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa, menjadikan sholat malam sebagai ibadah sunnah, barang siapa melakukan kebajikan dalam satu perkara baik, maka ia seperti telah menjalankan kewajiban pada perkara lainnya.

Barangsiapa melakukan satu kewajiban maka (pahalanya) seperti menjalankan 70 kewajiban. Itu merupakan bulan kesabaran, orang sabar berpahala surga. Itu bulan tuntunan, pada bulan itu rizqi seorang mukmin ditambahkan. Barang siapa memberi makan orang puasa, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak dan menghapuskan dosa-dosanya.”

Rasulullah s.a.w. ditanyai: “Wahai Rasulullah, tidak semua kita mempunyai sesuatu untuk memberi makan orang puasa.”

Beliau menjawab: “Allah memberi pahala ini kepada orang yang memberibuka puasa walaupun hanya seteguk susu, atau sebutir kurma atau seteguk air, barang siapa memberi makan hingga kenyang kepada orang yang berpuasa maka ia berhak mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya, dan Allah akan memberinya minumandari telagaku dengan minuman yang olehnya ia tidak akan merasa haus hingga memasuki sorga, dan ia mendapatkan pahala seperti orang puasa tadi tanpa kurang sedikitpun.

Itu bulan yang awalnya rahmat, tengahnya maghfirah (ampunan) dan akhirnya diselamatkan dari api neraka. Barang siapa meringankan beban budaknya pada bulan ini, maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.”

Hadist ini diriwayatkan oleh Harist bin Usamah dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahihnya.

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement