KH Sholeh Qosim Wafat dalam Posisi Sujud

kh sholeh qosim

Selain KH. Maimoen Zubair, di antara ulama sepuh yang aktif menghadiri berbagai acara keagamaan dan kebangsaan adalah KH. Sholeh Qosim. Meski tubuh beliau sudah membungkuk, namun ingatannya masih tajam. Nada bicaranya juga jelas dan selera humornya juga spesial.

Ketika menghadiri peresmian mushala depan makam Sunan Bungkul sebagai Masjid, Maret 2016, Kiai Sholeh masih bersemangat menceritakan perjuangan ulama pada revolusi kemerdekaan. Tak hanya itu, beliau bahkan masih hafal mars Laskar Hizbullah. Gus Ahmed Mifthul Haque, cucu beliau, kemudian merekamnya via WA dan mengirimkannya ke saya.

Ketika berjualan buku di acara Jam’iyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah Annahdliyyah di Pesantren Mahir Arriyadl, Kencong, Kediri, pada 2008, silam kalau tidak salah, Kiai Sholeh ngobrol bersama beberapa kiai sambil lesehan di lapak saya jualan. Saya nguping saja pembicaraan beliau-beliau. Saat itu Kiai Sholeh membeli beberapa buku sambil bilang, “Saya sudah punya beberapa buku-buku ini, tapi beli lagi karena yang lama dibawa anak-anakku dan nggak dikembalikan,” curhat beliau sambil terkekeh.

Dalam HUT TNI, 2017 lalu, sebagai veteran perang kemerdekaan, Kiai Sholeh diundang secara khusus dan istimewanya, Presiden Jokowi dengan takzim mencium tangan beliau.

Pengasuh PP. Baharuddin Ngelom Sepanjang Sidoarjo ini wafat dalam posisi sujud, dengan tasbih di jemari beliau, pada saat shalat magrib tadi, 10 Mei 2018, dalam usia 88 tahun.

Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un.

(Penulis: Rijal Mumazziq Z, Ketua LTN PCNU Surabaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *