Humor: Ketika Mobil Gus Dur Dikejar Dua Motor Polisi

Humor Gus Dur: Puasa Setengah Tahun Saja

Humor: Ketika Mobil Gus Dur Dikejar Dua Motor Polisi.

Siapa bilang Gus Dur gak bisa salah paham? Namanya manusia biasa, pasti satu saat hal itu terjadi. Bedanya, kalau umumnya orang salah paham terus marah atau jengkel dan menjengkelkan, kalau Gus Dur malah jadi lucu.

Ini informasi A-1 karena yang cerita ya Gus Dur sendiri sama saya (sambil dipijet kakinya di Gedung PBNU yang waktu itu masih reyot):

Pada masa akhir zamannya Pak Harto, para cendekiawan kritis banyak yang dilarang bicara, termasuk dan terutama adalah Gus Dur (yang waktu itu sudah jadi ikon gerakan pro-demokrasi). Nah, suatu hari beliau diundang ke Jember oleh anak-anak GMNI yang disponsori mas Bondan Gunawan. Sudah barang pasti para aparat keamanan di deploy untuk membuat acara gagal, atau, minimum, kurang lancar. Toh acara tetap jalan dan ceramahnya Gus Dur didengar banyak aktivis GMNI dan lain-lain.

Begitu selesai, Gus Dur diminta panitia cepat-cepat meninggalkan arena karena, konon, polisi akan masuk dan membubarkan acara. Gus Dur dan teman-teman se mobil langsung aja kabur dari lokasi menuju Surabaya.

Masih di dalam kota, mobil Gus Dur sudah dibuntuti dua motor gedhe putih milik Polri, walaupun tidak membunyikan nguing-nguing (sirine). Gus Dur dilapori sopirnya dan beliau minta supaya jalan saja, kalau perlu ngebut!

Maka ngebutlah si sopir dan polisi yang ngebuntutin juga ngebut di belakang. Sampai di luar kota, dua motor polisi tadi nyalip dan setelah rada jauh, behenti di tengah jalan. Sontak sopir Gus Dur juga mengerem mobil, karena khawatir terjadi kecelakaan kalau nabrak. Gus Dur marah besar dan buka kaca jendela menunggu kedua “oknum” Polri mendatangi beliau.

“Ada apa?!” Gus Dur bertanya dengan suara agak tinggi.

“Assalamu’alaikum Kyai…,” kata salah satu dari “oknum” polisi.

“Ya! ini ada apa, kan saya sudah pergi. Sana pergi kalian…,” Gus Dur mencoba mencegah mereka makin dekat.

“Begini Kyai..” kata si oknum sampai di kaca jendela (sopir dan dua penumpang di belakang sudah khawatir banget..)

“Begini Kyai, mohon maaf, saya tadi belum sempat salaman sama njenengan, jadi terpaksa saya mengikuti Kyai. Tolong Kyai saya ingin salaman,” kata si “oknum” dan keduanya lalu salaman dan cium tangan Gus Dur.

“Matur nuwun Kyai, selamat jalan ya..”

Dua polisi tadi cengengesan puas karena “sukses” bisa salaman dengan Gus Dur!

Tentu saja Gus Dur langsung ketawa ngakak begitu mobil jalan lagi, ujarnya (sama saya):

“Ngono kuwi lo, Kang wong NU. Sudah repot-repot disuruh menjaga supaya ceramah saya tidak sukses, eee… ujung-ujungnya pengen salaman..!”

Jadi Gus Dur pun bisa salah paham dan mengakhiri dengan ketawa. Memang waktu itu aparat keamanan (intel, tentara, polisi, hansip, satpam dll) suka dikerahkan untuk menghalangi beliau. Tapi dasarnya orang NU, kalau tugas sudah selesai, ya cium tangan Gus Dur juga. Tugas terlaksana, kepuasan batin tercapai.

Gitu aja kok repot!!

*Tulisan Humor: Ketika Mobil Gus Dur Dikejar Dua Motor Polisi ini diambil dari catatan facebook Muhammad AS Hikam pada 2 Januari 2010. Catatan ini kemudian dijadikan buku berjudul “Gus Durku Gus Dur Anda Gus Dur Kita”, 2013).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *