kh salimi

KH Salimi Ngaji Kepada Mbah KH Chudori Tegalrejo

KH Salimi Mlangi, yang baru saja wafat, adalah Mustasyar PWNU DIY. Beliau sosok kiai yang teguh dengan prinsip, tetapi juga sayang dan welas asih dengan para santri, masyarakat, dan umat. Kepada NU, Kiai Salimi sangat bangga menjadi bagian dari NU. Beliau selalu mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti ajaran ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyyah.

Matang dalam belajar ilmu agama, Kiai Salimi ngaji kepada KH Chudori Tegalrejo, Pendiri dan Pengasuh Pertama Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang. Sosok KH Chudori dikenal sebagai ulama’ besar, sufi, dan melahirkan banyak sekali ulama’ yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara. Gus Dur tercatat pernah ngaji juga di Tegalrejo.

Istri KH Salimi, yakni Ibu Nyai Bunyanah adalah seorang penghafal al-Qur’an, putri dari seorang Kyai besar di Mlangi, yaitu K. Masduqi, pengasuh Pondok Pesantren As-Salafiyyah Mlangi.

Dalam catatan Infan Antono (2016), KH Salimi adalah seorang santri Mbah Chudori yang ta’at, loyal, dan patuh. Bahkan, seluruh putra beliau kemudian menimba ilmu dari pesantren Tegalrejo. Bisa dikatakan bahwa keluarga KH Salimi adalah keluarga santri Tegalrejo Magelang.

Garis silsilah keluarga KH Salimi bersambung kepada Mbah Nur Iman. Beliau adalah kakak sulung dari Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I (1717-1792). Nama beliau adalah BPH (Bendara Pangeran Haryo) Sandiyo. Mbah Nur Iman adalah sosok ulama yang menurunkan banyak tokoh pejuang dan ulama di wilayah Jawa.

Baca Juga >  Subhanallah! Sanad Keilmuan Kiai Mufid Sambung ke Rasulullah

Kiai Salimi mempunyai tujuh putra, yakn KH Najib, KH. Ahmad Nasihin, KH. Na’imul Wa’in, dan KH. Nurcharist Madjid. KH Najib sendiri memperistri Nyai Hj. Siti Chamnah, putri KH Khudlori Abdul Aziz, pengasuh Pesantren Al-Anwar di Ngrukem Sewon Bantul. KH. Na’im tinggal dan mengasuh pesantren di daerah Dayakan Purwomartani Kalasan Sleman. Sedangkan dua laki-laki yang lain tinggal dan mengajar di pesantren KH Salimi.

Adapun yang putri, yaitu Ning Isna, Ning Ilvin, Ning Asna. Ketiganya mendapatkan suami dari keluarga pesantren juga. Ning Isna diperistri KH. Mabarun, pengasuh Pesantren Al-Miftah Mlangi. Ning Ilvin diperistri KH. Misbah, dari Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi. Sedangkan Ning Asna diperistri KH. Baidlowi, putra KH. R. Mastur, pengasuh pesantren di Tempuran Magelang. K. Baidlowi bersama Ning Asna kemudian tinggal dan mengasuh Pesantren Ar-Rohmah di Kleben Pendowoharjo Sleman. KH Salimi dan putra-putranya adalah para penggerak pendidikan di pesantren. (mm/red)